“Durusang Adi” Banyak Diminati, MNF tak Menyangka

MN2

MNF, dari kiri ke kanan: Dek They, Yong, Midun, dan Dek Ana

ANDA penggemar lagu pop Bali? Jika rajin menyimak pemunculan lagu-lagu baru di blantika musik pop Bali, tentu pernah mendengar nama Midun N’ Friends (MNF). Sepintas nama ini jauh dari kesan Bali. Namun faktanya, band ini memang asli dari Bali. Single perdana mereka yang diberi judul “Durusang Adi”, cukup banyak menarik minat penikmat musik. Dalam kurun waktu 4 bulan, tercatat sudah 180 ribu lebih yang menyimak video klip lagu ini di Youtube.

“Kami tak pernah menyangka. Ini sungguh di luar dugaan tiang dan personil MNF lainnya. Awalnya kami pikir video ini cuma akan disaksikan oleh teman, keluarga terdekat kami. Angka lebih dari 180 ribu viewers itu tentu sudah sangat fantastis bagi band pendatang baru seperti kami,” komentar Made Wiguna alias Midun, vokalis MNF dalam perbincangan jarak jauh dengan mybalimusic.com.

Jarak jauh? Begitulah. Saat ini Midun sedang berada di Abu Dhabi, United Emirate Arab, karena bekerja di bidang pariwisata. Jika keinginannya bersama teman-teman di MNF untuk membuat rekaman dan merilisnya ke publik, tentu tak mudah kalau tidak memang didasari tekad dan semangat yang kuat. Beberapa bulan lalu saat Midun berkesempatan pulang ke Bali, libur sekitar satu bulan, waktu itulah yang ia manfaatkan untuk menyalurkan kreativitasnya di bidang musik. Bahkan menurutnya, keinginan untuk rekaman sudah ada sejak dulu saat ia masih jadi penggangguran.

“Jika kemudian niat rekaman tercapai, itu awalnya saya hanya berkunjung ke kediaman Jro Kadek Mahendra. Di sana saya disodori lagu Durusang Adi, katanya lagu yang ia ambil dari pengalaman pribadi itu cocok buat saya,” tutur Midun.

Tak perlu waktu lama bagi Midun dan kawan-kawan untuk mempelajari “Durusang Adi” hingga mereka kemudian sepakat untuk merekamnya sebagai single perdana MNF. Paham akan kesibukannya bekerja di luar negeri, Midun pun mengaku tak pasang target khusus dari rilis lagu tentang cowok yang ditinggal sang pacar karena lebih memilih untuk jalan bersama cowok lain yang lebih kaya tersebut.

“Ini murni keinginan kami untuk berkarya, turut melestarikan musik Bali juga meramaikan blantika musik bali yang sudah banyak memiliki bakat-bakat sangat luar biasa,” ujarnya.

Jika kemudian “Durusang Adi” mendapat sambutan bagus, wajar jika kemudian MNF semangat untuk berikutnya dapat merilis lagu lain, tentu sembari menunggu kesempatan Midun ada waktu luang untuk cuti dan pulang ke Bali.

Midun menjelaskan, meskipun memakai nama Midun N’ Friends, ini bukanlah solo project ia sendiri, namun memang atas nama band. Bersama teman-temannya – Yong (gitar), Dex Ana (cajon) dan Dek They (bass) — Midun sudah sejak dulu ingin berkarya dan rekaman, namun tak kunjung terwujud karena beberapa faktor yang kurang mendukung. Semangat untuk meneruskan band yang terbentuk 2014 ini, menurut Midun semata karena mereka ingin lagu Bali tetap ajeg dan tidak ditinggalkan oleh anak muda Bali. Tentu selain itu mereka ingin menambah teman lewat bermusik, terlebih dalam pandangannya, musik atau lagu adalah bahasa universal.

“Semua orang bisa menikmati tanpa harus membeda-bedakan lirik, bahasa, dan genre musik. Buktinya di hotel tempat saya bekerja, saya coba share lagu Durusang Adi dan mereka sangat menikmati meskipun belum tahu arti liriknya,” cerita Midun.

Ke depan, MNF tentu saja berkeinginan menambah karya mereka baik berupa single atau malah bukan takk mungkin membuat album sendiri. Namun untuk saat ini MNF masih fokus untuk mempromosikan single “Durusang Adi” agar makin banyak yang tahu lagu ini. (231)

MN1

MNF, dari kiri ke kanan: Midun, Yong, Dek They, dan Dek Ana