Lagu Khusus untuk Tanah Kelahiran

WisnuD

Wisnu D Udayana

BISA mempersembahkan sesuatu untuk tanah kelahiran agar ada yang dikenang, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wisnu D Udayana. Kiranya tidak berlebihan, karena penyanyi muda ini baru saja berkesempatan menggarap dan meluncurkan lagu khusus untuk acara tahunan Festival Kerambitan. Ide untuk menggarap lagu ini, menurut Wisnu sudah muncul saat ia berkesempatan tampil di acara tersebut tahun lalu.

“Saya sangat bangga saat itu, bisa diberi kesempatan mengisi acara bernyanyi di panggung yang sangat megah, untuk satu acara terbesar di Kerambitan. Ini ajang tahunan yang digagas oleh Camat dan Sekretaris Camat Kerambitan yang bersinergi dengan para Yowana se-kecamatan Kerambitan. Dari saat itulah, saya ingin membuat satu karya yang saya dedikasikan secara khusus sesuai judulnya, Festival Kerambitan,” jelas Wisnu sembari berharap dapat membawakan secara langsung lagu ini saat Festival Kerambitan ke-4 digelar 18-21 Oktober mendatang.

Tak hanya soal munculnya ide menggarap lagu “Festival Kerambitan”, proses penggarapan lagu ini juga dikatakan sangat menarik dan sangat berkesan, mulai dari proses rekaman hingga pembuatan video klip. Proses rekaman yang singkat dilakukan tepat ketika saat bersamaan terjadi musibah gempa bumi di Lombok. Hingga Wisnu pun merasakan getarannya saat berada di dalam studio Harta Pro. Untuk pembuatan video klip dilakukan pertengahan bulan September, saat purnama kapat. Sekalian saja, peluncuran single ini pun dilakukan 1 Oktober lalu.

“Dibandingkan dengan lagu-lagu yang sudah pernah saya rilis sebelumnya, jelas lagu kali ini berbeda. Jika pada lagu sebelumnya di album pertama, lebih banyak temanya ke kisah pribadi dan percintaan, kali ini temanya social budaya, Festival Kerambitan, sebagai karya kecil saya untuk tanah kelahiran,” jelas penembang “Bajang Idaman” dan “Sing Juari” ini.

Penyanyi kelahiran pria kelahiran 26 tahun silam ini mengatakan tak ada target khusus dari rilis single “Festival Kerambitan” Baginya, yang penting ia tetap bisa berkarya, dan karya-karyanya bisa selalu dikenang oleh semua kalangan masyarakat. Tentu saja sekaligus bisa terus berkontribusi di kancah musik pop Bali, sebagai bagian dari upaya untuk turut mengajegkan seni budaya Bali.

Pria asal Banjar Jagatamu, desa Meliling, Kerambitan ini mengaku terlibat di rekaman lagu pop Bali tak lain sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus menjalankan hobi. Terlebih pengagum Widi Widiana ini sudah mulai gemar menyanyi dan ikut lomba sejak kecil hingga masa-masa kuliah. “Saya sadar bahwa kita harus bisa berproses,” tandasnya. (231)