“Telat”, Inspirasi untuk Saling Jaga dan Saling Menghargai

GG2

Gunggex Vita

DALAM sebuah hubungan, sangat diperlukan sikap saling menghargai atau bisa saling menerima, menjaga, juga merangkul dan saling menjaga dengan baik. Meskipun terdengar sudah biasa, namun banyak yang kerap melupakan ini. Nah, lewat satu lagu berjudul “Telat”, penyanyi pop Bali, Gunggex Vita mencoba mengingatkan sekaligus menginspirasi masyarakat akan hal itu.

Lagu “Telat” yang baru saja diluncurkan, menceritakan seorang perempuan yang sudah memilki pacar, seorang laki laki yang sering membuatnya bahagia. Namun karena satu dan lain hal, kemudian si perempuan memutuskan hubungan dengan sang pacar. Ketika perempuan ini menyampaikan sesuatu, sudah telat untuk mengutarakannya karena si laki laki sudah memiliki pasangan. Tinggallah penyesalan dalam diri si perempuan.

“Saya senang menyanyikan lagu ini karena kisahnya yang menarik, apalagi sudah umum dan banyak yang mengalami. Karena temanya umum, banyak orang pasti pernah mengalaminya, entah dia pernah diputus pacarnya atau pernah memutuskan pacarnya. Meskipun kisahnya sudah jamak terjadi dalam keseharian,  saya oprimis lagu ini dapat diterima penggemar,  karena selain masih bernuansa cinta, kemasan musiknya juga agak kekinian,” papar Gunggex Vita.

Kepada mybalimusic.com, Gunggex Vita mengakui rilis “Telat” memang sebagai seacam pemanasan sebelum rencana menggarap album baru tahun depan. Ditambahkan, setelah meluncurkan single “Telat”, kini ia tengah mempersiapkan penggarapan video klip yang masih tetap dipercayakan kepada videographer Yasa Sega. Menariknya, untuk rencana album berikutnya, penyanyi … ini malah berkeinginan menyanyikan lagu bernuansa religi.

“Setelah merilis single ini rencana saya mau menyanyi lagu-lagu bernuansa religi, dengan tema lebih ke kehidupan masyarakat pada umumnya. Mudah-mudahan bisa terlaksana, karena banyak yang menginginkan saya menyanyikan lagu bertema religi. Mohon doa dan dukungannya selalu ya,” pintanya.

Bagi Gunggex Vita, dukungan semua teman dan berbagai pihak sangat penting untuk tetap membuatnya semangat berkarya lagi dan bisa memberikan yag terbaik juga bisa menginspirasi masyarakat tentunya untuk tetap mencintai bahasa Bali dalam hal ini melalui lagu.  “Saya orang Bali, senang menyanyi lagu Balli. Mari semuanya turut lestarikan seni Bali dengan menyanyikan lagu pop Bali,” tandasnya.

Di kalangan penggemar lagu pop Bali, biduanita bernama lengkap AA Ayu Advaita Jelantik ini sudah mulai dikenal sejak dua tahun silam, saat pertama kali merilis single “Desah Rayuan” yang diciptakan AA Raka Sidan. Menyusul 2017 lalu ia makin dikenal dengan lagu “Kilangan Kedis” ciptaan De Or. Ibu muda dari seorang putra ini sudah mulai mengawali ketertarikannya pada dunia musik sejak masih umur 7 tahun. Ia pun sempat mengikuti kursus vokal di sanggar  Eka Mahardika Putra, hingga menjajal berbagai lomba menyanyi di radio-radio. Kini di tengah kesibukan sebagai rumah tangga, berkesempatan menjalankan hobi menyanyi sekaligus mengembangkan kiprahnya di dunia rekaman lagu pop Bali. Semua itu tak lepas dari dukungan keluarga dan peran sang suami yang sekaligus memproduseri rekamannya ini. (231)

GG

Gunggex Vita