Rilis Album, Supersoda Jaga Eksistensi

SSS3

Supersoda, dari kiri ke kanan: Dimas, Windu, Gusdek

BAND indie dari Bali, Supersoda, akhirnya merilis album rekaman pertama mereka. Akhirnya? Iya. Album ini baru muncul setelah mereka terbentuk 11 tahun lalu. Namun bukan berarti lalu Supersoda membutuhkan waktu selama itu untuk merampungkan satu album. Hanya karena kesibukan masing-masing personel, aktivitas nge-band yang sempat pasang surut, project membuat self titled album, “Supersoda” baru bisa diwujudkan tahun ini. Rilis album ini juga menjadi semacam upaya untuk menunjukkan keberadaan, eksistensi mereka di kancah musik di Bali khususnya.

“Sebenarnya proses penggarapan album dari perencanaan, ya sekitar dua tahunan. Itu pun kami tetap menggarapnya di sela aktivitas masing-masing personel,” ujar Windu, vokalis sekaligus pemain keyboard Supersoda, di sela-sela persiapan peluncuran album di salah satu hotel di Kuta, Minggu (30/9) lalu.

Dijelaskan, realisasi album “Supersoda” bisa dikatakan sebagai upaya menjaga ‘amanah’ dari David, bassist band ini sebelumnya. Sejak awal dirancang hingga pemilihan lagu, penggarapan musik hingga rekaman, Supersoda masih didukung formasi Windu Estianto (vokal, keyboard, synthesizer), Gusdek Dwija Negara (drum, vokal latar) dan David Christian Pattinasarany.  Namun justru setelah rekaman kelar dan album belum dirilis, David sekali lagi memutuskan berangkat ke luar negeri lagi untuk melanjutkan karier sebagai musisi profesional lintas benua. Ia pun berpesan, bagaimanapun  proses album harus dilanjutkan dan jadi. Maka sekalipun saat ini Supersoda sudah resmi memasukkan Dimas Natsir sebagai bassist, namun di album “Supersoda” masih tercantum nama dan foto. “Dimas sekarang sudah jadi personel tetap Supersoda, sejak enam bulan lalu,” tambah Windu.

Bagi Windu dan kawan-kawan, semangat untuk merampungkan album jelas merupakan sesuatu yang luar biasa. Bahkan mungkin terlintas dalam pemikiran penikmat musik, untuk band yang sudah “lunglai” bertahun-tahun, menyelesaikan album tentulah terdengar hampir mustahil. Mereka membutuhkan keberanian ekstra untuk membangun kembali motivasi, waktu dan tenaga. Untunglah dukungan datang dari sejumlah teman musisi seperti Deny Surya (Dialog Dini Hari), Ian J. Stevenson (Zat Kimia), juga Ardy Bolank (Morelia). “Kami ingin menyelesaikan apa yang kami mulai. Kendala tiap hari pasti ada, tapi obatnya ya cuma kemauan,” tegas Gusdek, sang drummer.

Album “Supersoda” yang dirilis dalam format USB card juga CD audio memuat 8 lagu, termasuk “Sisakan Aku” sebagai single hits yang sudah dilepas dua minggu sebelumnya sebagai perkenalan, semacam teaser album. Album ini juga memuat dua single Supersoda sebelumnya, “Kenari” dan “Sunyi Senyap”. Lagu lainnya, “Sinopsis”, “Kalam Nirwana”, “Tak Mau Berbeda”, “Berhenti & Sembunyi” dan “Epilogue”.  Menariknya, untuk album ini Supersoda ‘absen’ instrumen gitar. Namun dikatakan Windu, justru ini memicu masing-masing personel untuk mengeksplorasi bunyi dari elemen keyboard mauoun instrument virtual dari computer dan iPad.

Menurut Windu, sesungguhnya Supersoda sudah memiliki 20 lebih lagu sendiri yang sudah ‘jadi’. Namun mereka sengaja hanya memasukkan 8 lagu pilihan karena beberapa pertimbangan. Misalnya saja beberapa lagu dianggap sudah kurang tepat masanya. Sekalipun masih mengedepankan idealisme dalam  bermusik, tetap saja personel Supersoda berusaha kompromis dengan memilih lagu-lagu yang sekiranya sesuai dengan trend musik sekarang atau setidaknya easy listening.

“Kami sebut ini semacam balancing, dari sisi kepuasan kami sebagai musisi dalam berkarya juga sisi kenyamanan penikmat musik dalam menyimak karya kami,” demikian Windu.

Rilis album “Supersoda” menjadi pembuktian keseriusan dalam berkarya setelah sempat “hibernasi” dua tahunan. Supersoda yang beberapa kali masih bisa disaksikan tampil dalam acara musik, pertama kali merilis single “Kenari” yang diunggah ke soundcloud.com awal 2014 silam. Respons terhadap lagu ini cukup bagus, terbukti mereka memperoleh hampir 24 ribu hits. Berikutnya, mereka sempat mengeluarkan single “Sunyi Senyap” setahun lalu. (231)

SS1

Supersoda tampil dalam pertunjukan khusus menandai peluncuran _self titled_ album “Supersoda”, Minggu (30/9) malam di Kuta

SSS2