Bermain Techno, LS Gandeng Putri Bupati

LS

Leeyon Sinatra, dari kiri ke kanan: Jiggo, Yudik, Indra (Bolo) dan Diana Prasta

LEEYONK Sinatra (LS) punya karya baru. Grup yang banyak digemari penikmat lagu pop Bali karena lirik lagunya yang ringan ini baru saja memperkenalkan single baru yang diberi judul “Falling in Love”. Meskipun menggunakan judul berbahasa Inggris, namun lirik lagunya sendiri masih tetap memadukan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Menariknya, di lagu barunya ini, Leeyon Sinatra mencoba bermain musik techno. Lain dari itu, Yudi sang vokalis mengajak duet Diana Prasta, putri Bupati Badung, Giri Prasta.

“Untuk lagu ini kami pilih pasangan duet Diana Prasta dari sekian banyak referensi dari teman-teman, bukan semata karena dia anak seorang Bupati. Lebih karena Diana mampu memberikan sentuhan lain dengan warna vokal yang berbeda di lagu ini. pastinya  pak Bupati juga sudha tahu akan duet kami ini, karena di beberapa kesempatan kami tampil di Badung, ketika pak Bupati berkesempatan hadir, kami sudah promosikan lagu duet kami ini di atas panggung,” jelas Indra alias Leeyonk, gitaris LS kepada mybalimusic.com di Denpasar, Selasa (25/9).

Mengenai musik yang berkonsep techno,  dikatakan LS ingin menunjukkan bisa membuat karya berbeda dan lebih segar. Namun demikian single ”Falling in Love” sendiri benar-benar dilepas sebagai single, tidak akan muncul di album ke-3 Leeyonk Sinatra yang tengah berproses.  Laguini ditulis oleh Indra awal 2018, dan baru dirilis karena dorongan dari teman-teman dan penggemar yang berharap LS kembali mengeluarkan lagu duet. Dua tahun lalu, mereka sudah sempat merilis lagu duet “Kamu Sing Nawang” bersama Widi.

“Kenapa kami masih tetap pilih tema jatuh cinta, karena saya ingin di lagu Falling In Love ini  pendengar musik bisa bernostalgia kembali dengan konsep musik yamg berbeda, seperti yang pernah kami mainkan sebelum di genre pop akustik inovatif,” tambah Indra.

Pilihan warna techno untuk lagu baru LS, ditegaskannya bukan hanya karena ingin tampil beda saja, tapi dari referensi perkembangan musik sekarang, hal ini diharapkan dapat akan memberikan warna berbeda di blantika musik  Bali. Yang jelas bermain techno, kata Indra, bukan pilihan untuk mengubah konsep musik LS seperti yang sudahdikenal sebelumnya. Bisa dibilang ini semacam penyegaran agar mereka tak jenuh bermain di genre pop akustik.

Kiprah Leeyonk Sinatra di musik sudah dimulai sejak 2003. Ketika itu I Putu Indra Pratama alias Leeyonk bersama Kejot (drum) dan Alit Budiarta (bass) membentuk band dengan nama Leeyonk Ajak Telu yang memainkan musik punk rock berbahasa Bali.karena kesibukan masing-masing personel, grup ini resmi membubarkan diri di tahun 2007. Sebelumnya mengisi kekosongan, Indra sempat mencoba bersolo karier dengan membuat single pertama “Tari Sing Pedidi” mulai menggunakan nama Leeyonk Sinatra. Nama ini dipilih tak lepas dari kekagumannya terhadap sosok penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. Bahkan nama Sinatra juga disematkan untuk nama putranya.

Tahun 2009 Indra dibantu rekannya Bagiok membuat project lagu berbahasa Bali dengan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, di bawah label Ba ‘n Ba Studio. Cukup lama project ini dirintis hingga 2013 ia bertemu vokalis Yudi Dharmawan. Berawal dari obrolan ringan, Indra mengajak Yudi yang saat itu sudah mempunyai band bernama Wangsa untuk bergabung sebagai vokalis Leeyonk Sinatra. Makin lengkap setelah Indra bertemu dengan pemain keyboard Jiggo yang menjadi pentolan grup musik etnik Palawara.

Di tahun 2014, muncullah album pertama LS, “Bahagia Itu Sederhana” yang memunculkan hits seperti “Inget kamu”, “Tolong Kabarin”, “Mampu Mengerti”, “Bahagia itu Sederhana”, “Tetep Makenyem”, dan “Hilang”. Album kedua, “Kisahmu Ceritaku” dirilis 2016 dengan mengedepankan lagu seperti “Lelah Dilanda Rindu”, “Kisahmu Ceritaku”, “Aku jak Kamu”, dan “Nu Tetep Makenyem”. Selain itu mereka juga merilis beberapa single termasuk “Sing Mejudul” dan sekarang “Falling in Love”. (231)