“Bahagia”, Inspirasi untuk Lebih Menyayangi Pasangan

alit2

d’MBP band, dari kiri ke kanan: Hanz, Alit, Eka, Pak De

BAGI Alit ChaChink, bermain musik dan menyanyi sebagai solois memang mengasyikkan. Namun ada kalanya ide-ide dan kreativitas akan terasa menjadi lebih hidup jika dimainkan bersama-sama dengan rekan lain. Itu pula yang menjadi alasan bagi musisi yang sudah merilis sejumlah single untuk mencoba tampil dalam format band. Maka, muncullah d’MBP sebagai wujud keinginannya berkarya bersama. Hasilnya, satu lagu baru berjudul “Bahagia” dirampungkan rekaman sekaligus video klipnya.

“Saya mencoba main bersama band, karena musik itu selalu berkembang. Begitu pula saya ingin terus mengembangkan kemampuan bermusik, hobi yang selama ini saya jalani,” ujar Alit di sela-sela acara peluncuran single “Bahagia” di Stel Peleng, Denpasar, Kamis (20/9) malam.

Sebelum peluncuran video klip, lagu “Bahagia” yang beberapa kali dibawakan dalam penampilan d’MBP di panggung musik sudah mendapat respon positif dari penonton maupun teman-teman di media sosial.  Hal ini pula yang membuat Alit optimis lagu “Bahagia” bisa digemari oleh lebih banyak pendengar lagu.

Dijelaskan, lagu yang digarap dengan balutan musik pop easy listening ini diciptakan oleh Lutir Vedi, musisi yang saat ini masih vakum dari aktivitas di dunia musik karena bekerja di Jepang. Bukan baru kali ini Alit bekerjasama dengan Lutir Vedi, karena dua single Alit sebelumnya – “Jangan Pergi” dan “Buaya Stres” — juga diciptakan oleh musisi ini.

“Lagu ini mengungkapkan rasa syukur seornag pria kepada sang kekasih yang memiliki paras ayu dan setia. Semoga lagu ini lagu ini bisa menginspirasi banyak orang untuk makin menyayangi, mencintai pasangannya masing-masing,” harap Alit.

Setelah single “Bahagia”, Alit berharap d’MBP bisa menghasilkan karya-karya lainnya yang lebih baik lagi untuk dinikmati penggemar lagu berbahasa Bali. Grup band d’MBP sendiri baru dibentuk secara resmi 20 juli 2018. Saat itu Alit sebagai vokalis sedang mencari teman untuk diajak nge-band sebagai project barunya. Bermula saat Alit sebagai solois mendapat kesempatan tampil di salah satu tempat hiburan di Kuta namun dalam format band. Satu ketika Alit yang sedang bersama gitaris Eka Arimika, bertemu  dengan Pak De Lubak Tapis, drummer Kavami Band dan Hanz Setiawan, bassist Vana Band). Kumpul-kumpul yang diisi dengan nge-jamz itu akhirnya menghasilkan ide untuk membentuk band baru yang diberi nama d’MBP.

“Kami memakai nama d’MBP karena kami adalah anggota komunitas Musisi Bali Peduli (MBP). Setelah beberapa kali tampil bersama di Denpasar, Kuta, Klungkung, hingga Lovina, kami main semangat untuk berproses. Single Bahagia menjadi garapan pertama kami,” demikian Alit. (231)

Alit1

d’MBP band, dari kiri ke kanan: Hanz, Pak de, Eka, Alit