Anggi Kembali Membawa “Rindu”

Ang1

Anggi

ADA yang menarik dari kiprah penyanyi lagu pop Bali, Anggi. Sekalipun sudah mulai menyanyikan lagu berbahasa Bali sejak 2006, ketika masih ikut ajang kompetisi di salah satu TV lokal Bali, hingga beberapa saat lalu ia belum pernah rekaman lagu sendiri. Apalagi untuk berpikir punya album. Kok bisa? Ya, begitulah.

Sebelum tercatat sebagai finalis BRTV di Bali TV, sebetulnya Anggi sudah sempat duet bersama Manik untuk lagu “Sekadi Pianak Raja”. Namanya baru lebih mencuat ketika digaet Jun “Bintang” untuk duet menyanyikan lagu “Bani Mati” di album VI The Best Bintang. Berikutnya Anggi hanya sempat mendukung album Nyanyian Dharma yang digagas Dewa Budjana, dengan menyanyikan lagu “Ampurayang” ciptaan Aji Kobar.

Dengan demikian, praktis tak ada satu pun rekaman lagu berbahasa Bali yang direkam khusus untuk pembawa acara Tembang Bali di Bali TV ini. Apalagi sejak disunting dr. Cokorda Gde Suprayogi, S.Ked., wanita bernama asli Ni Luh Made Anggilia Hendrayanti ini tak pernah bersentuhan lagi dengan dunia rekaman. Waktunya fokus untuk keluarga dan usaha yang dirintisnya, anggicollectionbali yang bergerak di bidang busana adat Bali.

Menjadi satu kejutan ketika tiba-tiba pertengahan bulan ini ada kabar kalau Anggi comeback ke rekaman lagu Bali dengan merilis single yang diberi judul “Rindu”. Pengenalan sekaligus peluncuran lagu dan video klip “Rindu” dilangsungkan di Denpasar, Kamis (20/9) dalam satu acara santai bersama keluarga dan wartawan. Momen ini menjadi menarik karena bertepatan dengan ulang tahun Ibunda dan suami Anggi.

Wajar kalau Anggi memberi perhatian khusus kepada keluarga besar. Mereka lah yang selama ini mendukung bahkan mendorong agar Anggi yang sudah lama tak muncul untuk rekaman kembali. Bak gayung bersambut, arranger Sila menyodorkan satu lagu ciptaan Debi Hari yang langsung cocok dengan Anggi. Rekaman dalam waktu singkat, begitu pula video klip yang ditangani sutradara Andy Duarsa dibuat sederhana namun menampilkan gambar-gambar menarik.

“Kalau saya cukup lama tidak muncul, ya karena kesibukan kerja juga belum lama melahirkan anak kedua. Setelah sekian lama, tiba-tiba ada rasa — yang mungkin memang sudah jodohnya – untuk mengluarkan single, karena suami, mama juga keluarga mendukung. Astungkara rampung single ini,” jelas Anggi.

Setelah rilis “Rindu”, Anggi punya harapan satu saat bisa merilis album sendiri. Ketika ditanya kapan rencananya, Anggi hanya menoleh dan menggoda sang suami yang bertindak sebagai produser. “Ini kita tanya saja ke pak produsernya, kapan nih? Hehehe … ya mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” canda Anggi.

Dengan merilis single sendiri, Anggi berarap biar generasi penerus musisi atau penyanyi Bali agar pantang menyerah, terus berkarya di blantika musik pop Bali. Walaupun ada kesan dinamika musik Bali naik turun, namun prinsipnya bagaimana tetap berusaha memberikan karya terbaik di musik Bali. “Semoga lagu-lagu Anggi bisa diterima dan didukung seluruh masyarakat khususnya penggemar lagu pop Bali,” demikian Anggi. (231)

Ang2