Setelah 6 Tahun, Akhirnya Galuh Bilen “Move On”

GB2

Galuh Bilen

GALUH Bilen bikin gebrakan lagi. Jika sebelumnya ia merilis beberapa single, kali ini ia mengeluarkan satu album video klip yang diberi judul “Move On”. Rencana pembuatan album ini sesungguhnya sudah lama pernah diungkapkan. Bahkan sejak terakhir ia merilis “Pelet Bali” enam tahun silam. Namun baru sekarang keinginan itu terwujudkan.

“Kenapa cukup lama, ya karena saya tidak mau asal mengeluarkan karya. Jadi segalanya musti dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pemilihan lagu yang tidak selaoian datang, juga penggarapan video klip dengan konsep berbeda-beda,” ujar Galuh Bilen kepada wartawan di Denpasar, Rabu (19/9).

Selain sebagai andalan, lagu “Move On” yang diciptakan AA Raka Sidan dipilih sebagai judul album karena punya kesan tersendiri. Ini kali pertama Galuh Bilen “memesan” dibuatkan lagu, sesuai kisah yang diutarakannya. Biasanya, ia memilih lagu yang disodorkan, namun kali ini dia lah yang menentukan lagunya seperti apa.

Dijelaskan, move on yang artinya kita harus maju ke depan, dan melupakan apa yang terjadi di belakang, maka konsep album kali ini adalah optimis. Optimis akan hidup, optimis akan kehidupan masa depan dan tetap semangat.

Selain “Move On”, Raka Sidan juga menyertakan lagu “Takut-takut Kangen”. Lagu lainnya juga mengedepankan nama-nama yang sudah tak asing di  blantika musik pop Bali. Sebut misalnya Tunik “Motifora” yang menciptakan lagu “Kunang-kunang”, Ray Peni yang membuat lagu “Ampurayang”, Nanoe Biroe dengan lagu “Suka Duka Tetap Bersama”, termasuk pencipta lagu kawakan, Komang Raka dengan lagu “Pegat Nyambung. Album ini juga menyertakan satu bintang tamu, Gek Cantik yang membawakan lagu berjudul “Power Bank”.

GB1Sebanyak 1.000 keping DVD “Move On” seharga 40 ribu rupiah sudah siap diedarkan jauh-jauh hari sebelum peluncuran. Bahkan tak sedikit pula yang sudah memesannya melalui kurir. “Target saya, lagu-lagu di album ini bisa diterima masyarakat banyak sehingga apa yang saya kerjakan bisa bermanfaat bagi masyarakat Bali,” harap Galuh Bilen.

Biduanita kelahiran 25 Oktober 1975 ini mengelak jika dikatakan kiprahnya di musik pop Bali dengan merilis album rekaman adalah untuk mencari keuntungan. “Ini murni karena saya ingin berkarya, saya tak mengharapkan uang dari sini. Kalau urusan rejeki, saya punya usaha, bisnis lain. Jadi saya terlibat di lagu pop Bali karena selain hobi, juga ingin menghibur. Kalau kemudian dari sini saya bisa menghasilkan untung, dapat uang, ya saya anggap itu hanya bonus,” jelas penyanyi kelahiran Tembuku, Bangli ini.

Bahkan ia memaparkan, hasil keuntungan penjualan album “Move On” akan disumbangkan untuk korban bencana gempa bumi di Lombok. Selain itu ia juga terlibat langsung dalam konser amal untuk Lombok bersama artis Bali lainnya, 30 September mendatang di Taman Mayura, Cakranegara.

BERIKAN YANG TERBAIK. Menandai peluncuran sekaligus menunjukkan eksistensinya, Galuh Bilen menggelar satu acara khusus di Gedung Bhumiku, Jl. Gunung Soputan, Denpasar, Jumat (21/9). Selain menghadirkan sederet penyanyi pop Bali ternama, konsep pentas juga dibuat sedemikian rupa, dibarengi dengan fashion show, bahkan melibatkan penyanyi Ibukota, Fardhan Zee.

Galuh Bilen membantah kalau dikatakan jor-joran untuk menampilkan satu acara peluncuran yang wah. “Kalau dibilang wah, ga juga, biasa saja. Begitu juga kalau dikatakan saya spektakuler, ngga juga. Hanya saja memang kalau saya melakukan sesuatu, saya tidak mau nanggung, tidak mau setengah-setengah. Harus total, harus mencapai klimaks hehee …” ujarnya. (231)