Rekaman Bersama, Empat Penyanyi Anak Luncurkan APBD

APBD2

Alit Pewaris Bali Dwipa, dari kiri ke kanan: Prahita, Kania, Aila, dan Minowa

MENGARAHKAN dan membina bakat anak sejak dini, itu perlu. Memberi anak-anak kesempatan untuk menunjukkan dan menyalurkan bakat mereka juga menjadi satu hal yang positif. Setidaknya inilah yang diupayakan orangtua sejumlah anak yang gemar menyanyi dan sering ikut lomba. Hasilnya, mereka bekerjasama merilis satu mini album yang diberi judul APBD alias Alit Pewaris Bali Dwipa.

“Sebagaimana yang kita lihat sekarang ini lagu anak-anak jarang muncul ke permukaan,. Karena itu kami dukung dengan cara membuatkan rekaman,” jelas Gus Saka dari Gussaka Pro yang memproduksi rekaman ini kepada wartawan di Denpasar, Minggu (9/9).

Adalah Prahita Vandin (9), Aila Jyotika (7), Anindita Minowa (8), dan Kania Maheswari (9) yang turut ambil bagian di album video klip dalam format DVD ini. Selain sering latihan vokal bersama, mereka juga sudah saling mengenal ketika ikut lomba-lomba. Dari sanalah muncul keinginan untuk memunculkan dan memperkenalkan mereka secara ke publik secara lebih luas, bukan hanya pada kalangan terbatas atau komunitas saja.

Menurut  Gus Saka sebagai pencipta lagi sekaligus pengarah vokal, masing-masing anak yang terlibat dalam rekaman APBD memiliki karakter dan kelebihan masing-masing. Karenanya cukup mudah untuk memilihkan lagu yang sesuai bagi mereka. “Yang jelas saya tidak memaksakan mereka menyanyi dengan model atau karakter vokal ala festival,” tegasnya.

Prahita misalnya yang pas membawakan lagu bertempo lambat atau slow, diberi kesempatan menyanyikan lagu “Ni Ubuh”. Sedangkan Minowa yang memiliki kemampuan lebih untuk menyanyikan lagu yang lebih berat atau susah, semacam lagu festival, menyanyikan lagu “Manik Angkeran”. Begitu pula Aila dan Kania diberikan lagu yang sesuai corak vokal kemampuan mereka. Jika Aila menyanyikan “Taksu Sesolahan”, Kania kebagian lagu “Kedis Lanjana”. Mereka berempat juga tampil bersama untuk satu lagu berjudul “Alit Pewaris Bali Dwipa” yang dijadikan judul album.

Di bagian lagi Gus Saka menekankan, project APBD dibuat  tidak didasari pertimbangan untung rugi atau atau mengejar popularitas semata. Lebih dari itu bagaimana rekaman yang melibatkan dua penata musik, Dek Arta dan I Putu Lukita ini menjadi dokumentasi bagi penyanyi anak-anak ini, sekaligus untuk rekam jejak mereka di dunia tarik suara kelak.

“Kalau untuk mempublikasi