Slank dan Tata Lampu Canggih di 8 Tahun Boshe Bali

Slank

Grup Slank

UNTUK ke sekian kalinya, grup band papan atas Slank tampil lagi di Boshe VVIP Club, Kuta. Namun penampilannya dalam acara bertajuk “Fa8ulous”, Jumat 7 September nanti terbilang istimewa, serangkaian peringatan 8 tahun Boshe di Bali. Selain konsep penampilan, nonton Slank kali ini juga dipastikan memberi kesan berbeda karena bersamaan dengan mulai diterapkannya tata lampu atau lighting system baru di Boshe menggunakan teknologi Madrix 5.

Menurut Deddy Li, marketing manager Boshe VVIP Club Bali, pemilihan judul acara “Fa8luous” menyiratkan di usia ke-8 ini Boshe bersyukur. Di tengah perkembangan dan persaingan tempat hiburan yang kian banyak, menjadi satu hal yang mengesankan, menakjubkan, karena Boshe VVIP Club Bali bisa bertahan dan kini memasuki delapan tahun. “Ke depannya ya kami berharap bisa tetap eksis dan bertahan di tengah persaingan tempat hiburan malam di Bali,” ujar Deddy Li kepada wartawan di Boshe, akhir pekan lalu.

Sementara itu general manager Boshe VVIP Bali, I Gusti Bagus Suwipra mejelaskan, pemilihan Slank sebagai bintang di hari jadi kali ini tentu sangat beralasan. Dari sekian banyak grup band di Indonesia yang punya banyak penggemar dan masih aktif berkarya, salah satunya ya Slank. Meskipun ini untuk ke sekian kalinya Slank tampil di Boshe, namun akan menjadi berbeda karena selain suasana pertunjukan yang diupayakan ada sentunan Bali, nuansa Bali, untuk kostum juga bernuansa fabulous.

“Selama ini kan biasa kalau Slank tampil pada buka baju. Kali ini akan kami atur untuk awal penampilan dari outfit mereka agar bernuansa fabulous, paling nggak dua tiga lagu awal. Setelah itu kalau mereka tampil seperti biasa mau buka baju, ya silakan saja,” jelas Bagus Suwitra.

Ia juga menjanjikan akan ada twisting-twisting lainnya untuk penampilan Slank nanti. Meskipun dipastikan akan dipadati penikmat musik khususnya Slankers, pihak panitia tidak mau memaksakan untuk memasukkan penonton sebanyak-banyaknya. Dari kapasitas tempat acara 1.800 orang untuk penonton berdiri, seperti biasanya begitu sudah mencapai 1.200 orang, panitia akan mulai selektif terhadap penonton yang merogoh kocek Rp 150 ribu untuk first drink charge agar bisa masuk ke tempat acara.

“Bagaimana pun kenyamanan penonton tetap kami perhatikan, kami tidak mau sampai overload. Bagikan waktu penampilan di Boshe sebelumnya, ada sekitar 700 penonton yang kami tolak, tidak bisa masuk karena kapasitas ruangan sudah penuh. Untuk ini kami akan melakukan sistem pengamanan sedemikian rupa,” jelas Bagus.

Terkait dengan tata lampu, penampilan Slank nanti sekaligus menjadi momen peluncuran tata lampu terbaru Boshe yang menggunakan sistem Madrix 5 yang lebih canggih. Tak hanya di tempat acara, kecanggihan tata lampu ini sudah bisa dinikmati pada bagian luar termasuk pada tiap lorong ruangan.  Begitu pun di tempat pertunjukan akan digunakan hazer teknologi baru untuk memunculkan efek embun yang tetap mengambang selama acara, yang apabila kena cahaya akan menghasilkan efek mengagumkan.

“Kalau ditanya berapa biaya yang dihabiskan untuk menggunakan teknologi lighting yang baru ini, ya lumayan. Tapi intinya kami ingin bagaimana agar pengunjung tak pernah bosan, bahkan makin tertarik untuk datang. Karena jangankan dengan teknologi canggih terbaru, lighting berubah warna saja sudah berubah suasananya,” jelas Bagus.

Di sisi lain Firama dari K Mote Kreative Production Bali yang menangani pemasangan tata lampu di Boshe VVIP Club Bali menjelaskan, selain dari jumlah madrix yang dipasang lebih banyak, juga menggunakan konsep unity in diversity. Tata cahaya akan dibuat sedemikian rupa agar menyatu dengan nuansa acara, dan untuk penggunaan beragam jenis lampu akan diselaraskan, disinkronkan memakai sistem control dengan software terbaru. (231)

slank2

Manajemen Boshe VVIP Club Bali menjelaskan program “Fabulous” dan pengenalan tata lampu terbaru dengan teknologi madrix 5