Sempat “Berteman” Hujan, Tetap Antusias Nikmati Musik Jazz

jazz1

Ade Irawan “Goodfellas” feat Gerard Kleijn

AJANG musik tahunan, Ubud Village Jazz Festival 2018 usai sudah digelar. Selama dua hari, 10-11 Agustus lalu, puluhan musisi jazz dari Indonesia maupun mancanegara tampil bergantian di tiga panggung di areal Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud. Meskipun di hari pertama pertunjukan, penonton sempat “berteman” hujan menjelang akhir acara, namun tak menyurutkan semangat penikmat jazz untuk datang di hari kedua. Bahkan beberapa penonton menulis di akun media sosial mereka, ‘tak terhalang oleh hujan’.

Meskipun cuaca rada kurang bersahabat, antusias penonton tetap tinggi. Hal ini diakui oleh Anom Darsana, co founder UVJF. “Secara garis besar UVJF tahun ini makin banyak dikunjungi publik, walaupun cuaca tidak begitu memadai. Respon dari publik sangat positif, dan mereka sangat senang menghadiri festival jazz ini walaupun hujan,” jelasnya kepada mybalimusic.com di Denpasar, Minggu (12/8).

Ditambahkan, artis yang hadir tahun ini merasa sangat senang terutama karena tempat acara yang sangat sejuk dan sajian musik di UVJF yang benar-benar jazz membuat mereka seperti menghadiri satu celebration atau perayaan untuk musik jazz . Hal ini sejalan dengan tema kebebasan berekspresi yang diusung UVJF 2018. Ini mejadikan UVJF sebagai festival jazz yang benar-benar mempunyai komitmen untuk menyajikan musik jazz dan selalu mengajak komunitas untuk berkolaborasi di segi artistik .

Meskipun demikian, Anom Darsana tidak lantas berpuas diri. “Kalau puas sih belum, karena saya orangnya tidak pernah puas, ada saja yang harus ditingkatkan, dan masih banyak kekurangannya utk mencapai titik sempurna,” tambahnya.

Di sisi lain, pria yang biasa disapa Gung Anom ini mengaku sangat bangga adanya dukungan pertama kali dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Terlebih lagi karena tim UVJF sebagian besar pada dasarnya adalah orang-orabg kreatif dengan latar belakang berbeda  tapi mempunyai misi yang sama yaitu menjadikan Bali atau Ubud sebagai tujuan festival jazz internasional.

Meskipun penonton UVJF dominan turis mancanegara dan ekspatriat, namun ada peningkatan jumlah penonton dari lokal dan dalam negeri. Tak sedikit pula musisi-musisi pekerja senin di Bali menyempatkan diri menyaksikan langsung gelaran UVJF. Penonton pun menikmati alur pertunjukan yang digelar dengan berpindah-pindah ke tiga panggung berbeda. Mereka pun tidak membeda-bedakan musisi dari Bali, Jakarta, ataupun mancanegara. Jika memang penampilan musisi di atas panggung dianggap bagus, mereka tak segan memberi apresiasi dengan bertepuk tangan, atau tak sedikit pula yang mengabadikannya melalui gawai masing-masing.

Setelah di hari pertama penonton disuguhi permainan menarik dari sejumlah penampil seperti A Fuzz, Triple Ace-Colours in Jazz, Fossile 3 dan Koko Harsoe, di hari kedua juga cukup banyak pertunjukan yang ditunggu-tunggu. Selain penampilan Jeko Fauzi Nusatiga, Benny Green Trio dari Amerika, penonton juga sangat antusias dan puas menyaksikan penampilan Ade Irawan “Goodfellas” feat. Gerard Kleijn, atau Judith Nijland (vokalis jazz kenamaan dari Belanda) yang berkolaborasi dengan Astrid Sulaiman Trio membawakan lagu-lagu tribute ABBA seperti “Gimme Gimme Gimme”, “One of Us”, “I Have A Dream”, hingga “Thank You for The Music”. Gelaran UVJF 2018 disudahi dengan penampilan Idang Rasjidi Syndicate.

Ubud Village Jazz Festival pertama kali digelar 2013 di ARMA Ubud, dan menjadi tempat tetap hingga saat ini. Ajang yang lahir dari inisiatif para musisi jazz dan pemerhati musik serta insan kreatif yang berbasis di Bali berusaha ruang dan turut mempromosikan musisi-musisi muda Indonesia untuk berekspresi dalam ajang internasional ini. Hingga saat ini, UVJF telah mendapatkan reputasi yang membanggakan  dalam lingkup Lokal maupun global baik dari para seniman jazz, penikmat,  pecandu jazz serta dari pihak-pihak pendukung acara sebagai salah satu festival jazz terbaik.

Selain dari komunitas dan segenap sukarelawan, tahun ini UVJF juga mendapat kepercayaan dan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementrian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta sejumlah beberapa kedutaan besar negara-negara sahabat seperti Austria, Belanda, Institut Francais d’Indonesie, Goethe Institute, juga dari Keluarga Kerajaan Ubud (Ubud Royal Family). (231)

jazz2

Judith Nijland bersama Astrid Sulaiman Trio

jazz3

Pertunjukan di hari pertema jelang pembukaan UVJF 2018