Ketika Yong dan Bayu Lebih Dekat dengan Penggemar

leg1

Percakapan Yong Sagita dan Bayu KW dipandu Jun “Bintang”

MENYEBUT nama Yong Sagita dan Bayu KW, mereka yang mengaku sebagai penggemar berat lagu pop Bali tentu sudah tak asing lagi. Dua penyanyi ini sudah mulai berkiprah di rekaman pop Bali sejak akhir 80-an. Mereka juga sempat menjadi “raja panggung”, membius ribuan penonton dengan lagu dan penampilannya, pun menjual puluhan ribu keeping album rekaman dalam bentuk kaset. Hingga kini keduanya masih aktif rekaman maupun tampil di panggung pertunjukan. Maka bila keduanya disebut legend, kiranya tidaklah berlebihan.

Kedua legenda inilah yang dipertemukan dalam satu acara santai bertajuk “Sang Legenda” di Stel Peleng Café, Denpasar, Jumat (10/8) malam. Berbincang-bincang mendengarkan banyak kisah mereka di balik dapur rekaman yang mungkin tak banyak diceritakan selama ini, menyaksikan dari dekat penampilan mereka secara live dan ikut menyanyi bersama, menjadi bagian yang sangat berkesan bagi puluhan pengunjung yang hadir. Tak hanya penggemar – bahkan ada yang baru pertama kali menyaksikan Yong dan Bayu secara live – sejumlah penyanyi dan musisi Bali juga turut hadir merasakan atmosfer penuh canda dan keakraban.

Jun “Bintang” sebagai host mengawali acara dengan mengorek kisah awal perjalanan karier Yong maupun Bayu KW. Canda dan saling ledek tak terelakkan, membuat suasana menjadi sangat cair. Tentu yang paling ditunggu-tunggu aksi panggung keduanya. Diiringi permainan keyboard Koming Candra, Yong Sagita dengan vokal yang masih terjaga langsung menggeber lagu-lagu hits-nya mulai dari “Ngiler- ngiler”, “Knalpot Moge”, “Buleleng 301191”, “Lanang Wadon”, dan diakhiri dengan “Jaje Kak Ne”. Giliran kedua, Bayu KW dengan kondisi kurang vokal kurang fit tak mau mengecewakan penonton. Ia pun membawakan “Kanggoang Malu”, “Sarinem Neha Nehi”, “Kangen Bayu KW”, “Mengkhayal” dan “Sarinem Teri Kasem”.

Selama dua jam, penggemar Yong Sagita dan Bayu KW berkesempatan untuk lebih dekat dengan idola mereka, termasuk mengabadikan kenangan dengan berfoto bersama. “Saya senang dan sangat gembria, melihat Bli Yong dan Bayu KW bersemangat sekali. Sayangnya musisi muda Bali tak banyak yang hadir. Padahal ini kesempatan bagus untuk mendengarkan kisah dari dua senior bagaimana perjuangan dalam berkarier, bahwa menjadi penyanyi atau musisi pop Bali itu memang tak mudah. Pengalaman dan kisah mereka berdua juga sangat inspiratif,” komentar Jun Bintang.

Begitulah, selama acara, beberapa kali baik Yong maupun Bayu menyampaikan sesuatu yang sangat inspiratif. Misalnya saja Bayu KW yang terkenal dengam goyangan dan kostumnya yang khas di video klip “Kanggoang Malu” mengatakan, sebetulnya bisa saja pada waktu itu dengan efek kamera dan editing video klipnya dibuat lebih elit, penampilannya menjadi lebih mewah dan ganteng. Namun demikian ia justru berpikir biar saja tampil sederhana apa adanya.

“Saya tidak mau misalnya penggemar melihat Bayu KW di video klip ganteng, tapi kenyataannya tidak seperti itu, mereka akan kecewa. Justru biarkan saja video klip apa adanya, setelah dilihat aslinya ternyata malah lebih ganteng,” jawabnya sembari tertawa.

Sementara itu Yong Sagita sempat menyampaikan pandangan ada baiknya musisi sekarang kalau menciptakan lagu, gunakan bahasa Bali dengan baik dan benar. Kalaupun menggunakan bahasa Indonesia atau asing, ada porsinya.

“Lagu saya juga ada menggunakan bahasa Inggris, bahasa Jepang juga ada, tapi penempatanya tepat, tidak dicampur aduk begitu saja. Jadinya tidak jelas, ini band lagu Bali atau Indonesia?” komentarnya sembari berpesan, tak perlu mengikuti gaya siapa, jadilah diri sendiri, muncul dengan karakter sendiri. Dengan demikian barulah bisa menjadi pionir, bukan pengekor. (231)

leg 2

Bayu KW

Leg 3

Yong Sagita