“Bunga Tresna”, Sakit Hati karena Cinta

alami

AC Alami

SIAPAKAH musisi pop Bali yang terbilang produktif menggarap dan merilis karya dalam beberapa bulan terakhir? Kalau didaftar, nama AC Alami tentulah masuk salah satu di antaranya. Setelah Februari dan April lalu merilis dua single, “Tresna Berharap Cinta (TBC)” dan “Adi Mantap”, awal bulan ini ia sudah menyodorkan satu karya lagi, berjudul “Bunga Tresna”.

Meskipun judulnya jelas menggambarkan masalah asmara atau percintaan, AC alias Ary Ceper membantah jika “Bunga Tresna” digarap untuk sang istri tercinta yang baru dinikahinya bulan lalu. Tegas ia menyatakan, ide menggarap lagu ini bukan sebagai pengalaman juga pujian untuk sang istri. Lalu bagaimana sesungguhnya latar belakang munculnya lagu yang sudah mulai diperdengarkan di situs seperti soundcloud.com ini?

“Lagu ini sebenarnya penuh emosi, kekecewaan yang mendalam banget karena pernah ditinggal sang kekasih justru saat lagi sayang-sayangnya. Terasa sakitnya. Apakah ini semacam ungkapan sakit hati secara halus? Hehehe … begitulah,” jelas Ary kepada mybalimusic.com, Jumat (10/8).

Musisi asal Pucaksari, Busungbiu, Buleleng ini menambahkan, sesungguhnya “Bunga Tresna” sudah ada sejak 2014, namun baru sekarang digarap serius dan direkam. Kalaulah ditanya mengapa lama dipendam dan baru dirilis sekarang, dengan santai Ary menjawab, karena takut baper (terbawa perasaan). Ia pun menuturkan, ada kejadian menarik dan lucu saat take vocal pertama. Saat menyanyi, Ary merasa terbawa emosi sampai merinding.Padahal musiknya sendiri sudah dibuat seceria mungkin.

“Mungkin karena terlalu emosi. Ya… saya cuma pengen ngasi pesan buat yang dengar lagu ini, kalau cinta terlalu berlebihan itu bahaya. Kalau ditinggalin, sakitnya luar biasa. Untunglah sekarang saya sudah tidak merasa begitu lagi, dan sudah dapat yang terbaik untuk saya miliki,” jawab Ary sembari tersenyum.

Ay Ceper mulai mencoba solo project di kancah musik pop Bali sejak setahun terakhir dengan memakai nama AC Alami. Ia tak mau menggunakan namanya langsung dalam berkarya, dan justru merasa nyaman dengan nama samaran AC Alami. Meskipun nama AC Alami belum lama dicetuskan, sejatinya musisi bernama asli Putu Ary Widyantara ini bukan orang baru di bidang musik. Jauh sebelumnya, sejak masih SMP ia sudah mulai bermain gitar. Saat SMA sempat punya band sendiri dan menjajal sejumlah panggung festival di Singaraja. Makin serius lagi saat kuliah turut mendukung band bernama Double G. Sayangnya band ini keburu bubar sebelum banyak berkiprah, dan Ary memilih vakum bermusik.

Baru beberapa waktu belakangan Ary mulai bangkit lagi sejak ikut membantu sebagai crew band Bintang pada beberapa kesempatan. Selain itu juga terus belajar dari musisi Gde Kurniawan, hingga dengan dukungan teman-teman musisi Jembrana, ia berani lagi berkarya dan mempublikasikannya. Munculnya nama AC Alami, karena lagu-lagu yang diciptakan karena pengalaman pribadi. Begitu juga untuk musik, diupayakan memberi nuansa berbeda, tidak membuat pendengarnya “gerah” tetapi malah terasa sejuk dan nyaman, biar seperti AC, sesuai namanya. (231)