Sengaja Garap Lagu yang bisa Bikin “Baper”

Har2

Harmonia, dari kiri ke kanan: Dodit, Tude, Krisna, dan Wahyu

DENGAN harmoni yang sederhana namun enak didengar, dengan lirik lagu serta video klip yang bikin “baper”, grup band ini berhasil mencuri hati banyak penggemar lagu berbahasa Bali. Bahkan tak berlebihan kalau dikatakan saat ini merekalah yang ‘merajai’ irama pop lagu Bali. Ya, Harmonia tengah menuai hasil manis dari perjuangan mereka nge-band selama dua tahun lebih. Setelah merilis album “Bahagiaku Itu Kamu” di awal 2017, akhir Juli lalu mereka melepas album ke-2 “Sehidup Semati” yang merangkum sejumlah single yang telah diperkenalkan sebelumnya, serta beberapa lagu baru. Berbicara tentang konsep lagu dan album, juga sukses yang tengah mereka tapak saat ini, berikut  petikan obrolan mybalimusic.com dengan vokalis Harmonia, Dewa Gede Krisna, didampingi teman duet, Rusmina Dewi.

Saat ini lagu “Sehidup Semati” bisa dikatakan sebagai lagu berbahasa Bali paling banyak dilihat di Youtube. Dalam waktu kurang dari lima bulan, sudah mencapai viewer 4,2 juta lebih. Apakah sukses ini sudah diprediksi sebelumnya?

Malah kami tidak berpikir soal itu. Terlebih lagi, lagu “Sehidup Semati” sudah mulai ‘dibocorkan’ sejak 2017, sering kami mainkan dalam beberapa kali penampilan. Saat utu rekaman belum digarap. Memasuki Januari 2018 baru kami rekam di studio, garap video klip, dan dirilis Mei.

Nah, karena lagunya  sudah banyak diketahui, kami pikir ini ga akan booming. Untuk itu muncul pemikiran kami bersama Rusmina, ini kan lagu bahagia, sudah ketahuan pada umumnya konsep video klip kebanyakan akan seperti apa. Karena itu kami cona membikin videp klip dengan konsep beda, intinya bagaimana membuat orang kebawa perasaan setelah menyimak lagu dan melihat video klipnya. Ya … sengaja bikin baper…

Album pertama Harmonia lumayan mendapat sambutan. Single sebelumnya seperti “Pejalan Tresna” juga mendapat sambutan bagus. Sempat nggak terlintas perasaan waswas apakah album “Sehidup Semati” akan bisa menyamai sukses sebelumnya?

Saya pribadi kalau bikin lagu bisa saja membuat serupa atau menyamai yang lain yang juga sukses, tapi itu tidak kami lakukan. Kami ingin menunjukkan karya orisinil, khas Harmonia. Jika akhirnya kami rilis album “Sehidup Semati”, salah satu alasannya biar ngga terlalu lama vakum dalam berkarya. Karena itu kami rangkum beberapa single yang sudah dirilis sebelumnya, dan lagu “Sehidup Semati” juga kami pilih sebagai judul album.

Kalau kemudian lagu Harmonia mudah diterima penggemar terutama dari kalangan remaja atau anak muda, ya memang lagunya kami bikin easy listening, mudah dicerna dan ikut dinyanyikan bersama. Mungkin akhirnya ciri itu sudah terlanjur melekat sebagai karakter band, dan syukurlah sampai sekarang semua lagu kami disukai. Misalnya dalam satu penampilan belum lama ini, kami bawakan 8 lagu, semuanya diketahui dengan baik oleh penonton dan mereka semua ikut menyanyi.

Untuk album ke-2 “Sehidup Semati” awalnya kami rencanakan masuk 10 lagu, tapi setelah ditimbang-timbang, yang benar-benar pas hanya 8 lagu saja. Kami tidak mau memaksakan memuat banyak lagu, daripada isi lagu banyak-banyak tapi ga bisa diterima penggemar, ya mubazir jadinya.

Album ke-2 Harmonia dilepas dalam bentuk fisik berupa CD audio. Seberapa kuat keyakinan album ini juga akan banyak yang membeli sebagaimana mereka menggemari lagu-lagu yang dinyanyikan?

Kami memang lepas album ke-2 dalam format CD, tahap awal kami bikin 300 CD. Kalau ditimbang-timbang sebenarnya kami lebih banyak bermain di Youtube dan media berbagi atau media sosial lainnya. Kalau rilis rekaman secara fisik, ya boleh dikatakan untuk formalitas, pembuktian seperti apa karya kami, baik sekarang maupun kelak agar ada dokumentasi juga. Ya selain itu tentu kalau ada penggemar yang ingin memiliki album rekaman dalam bentuk CD. Jadinya mereka yang membeli rekaman ini tentunya penggemar yang memang benar-benar ingin punya atau mengkoleksi karya Harmonia.

Bagaimana proses Anda dan kawan-kawan dalam menggarap lagu Harmonia?

Saya kalau membuat lirik lagu mungkin terbilang lama, bahkan bisa jadi berbulan-bukan, karena mami ingin menghasilkan karya yang bukan sekadar jadi. Apalagi setelah banyak masukan dari album pertama, setelah itu kami lebih perhatikan lagu masalah bahasa, kami coba buat lagu menggunakan bahasa Bali yang lebih rapi, pertimbangkan penggunaan kata-katanya, lirik ini ditaruh di bagian mana, agar nantinya gampang dinyanyikan oleh penggemar juga, mudah dicerna, gak ribet.

Dari personel Harmonia, siapa yang paling kuat atau dominan berperan dalam penggarapan lagu atau aransemen musik?

Semua di band kami punya peran penting, apalagi dalam penggarapan album ke-2, misalnya sebagian lagu saya yang buat, selebihnya adalah karya Wahyu (vokal, cajon). Sedangkan untuk aransemen musik ditangani Dodit (vokal, gitar) dan Tude (vokal, gitar). Jadi ada masukan juga dari yang lainnya. Kami berprinsip, kalau salah satu gak berperan, gak bisa jadi lagunya. Ini juga bercermin dari penggarapan album pertama, di mana hampir semua lagu saya yang tangani aransemennya, jadi terkesan datar atau monoton. Dengan konsep semua berperan, di album ke-2 jadinya ada warna berbeda pada tiap lagu. Misalnya saja lagu “Cinta Pertama” ada sedikit nuansa blues.

Sesungguhnya apakah sedari awal terbentuk, semua personel Harmonia punya bayangan, menyangka akan jadi sukses seperti sekarang?

Begini, awalnya kami membentuk band, keinginan kami memang menjadikan band ini booming, tapi untuk main di bar. Karenanya awal-awal main musik kami coba main di Ubud. Sebetulnya sudah sangat lumayan, seminggu bisa main regular 4-5 kali, walau mungkin bayarannya gak seberapa, tapi kami punya keinginan besar di sana. Jadi kaki kami berpijak di dua tempat, satu di bar, satu di rekaman lagu Bali. Tapi yang namanya “jodoh” kita meamg gak tahu, karena ternyata justru kami bisa diterima dan jauh lebih sibuk di lagu Bali, bahkan bisa dikatakan biaya hidup tiap bulan bisa tertutupi dari sini. Karenanya pelan-pelan kami tinggalkan job main di bar, dan saat ini kami fokus, kami pilih untuk berkarya di blantika musik Bali. (231)

Har1

Video klip lagu “Sehidup Semati”

Har2

Band Harmonia Bali