“Hari yang Baik”, Puspa ‘Mekar Kembali’

Puspa1

Puspa Dewi

SEPULUH tahun silam, seorang gadis penari Bali mendapat keberuntungan. Ia bertemu Kevin Bird, pembuat film documenter yang juga produser rekaman. Tertarik dengan kecantikan serta potensi sang dara, satu kesempatan untuk rekaman diberikan. Muncullah album “Someday” (2008). Berselang dua tahun kemudian, album yang mengangkat lagu-lagu tradisional berjudul ”Bird and Flower” (2010). Masih di tahun yang sama ia merilis album ke-3, “Secret Wish”.

Gadis itu adalah Puspa Dewi. Dari menari hingga menyanyi, ibarat bunga, ia mekar dan menarik perhatian banyak orang. Namun sayang, seiring waktu nama Puspa pelan-pelan menghilang. Setelah cukup lama, tiba-tiba di awal bulan ini, penari yang sempat melanglang buana itu muncul lagi dengan menyodorkan rekaman baru. Satu mini album berjudul “Hari yang Baik” siap dirilis dalam format USB card. Begitulah, dengan “Hari yang Baik”, Puspa ‘mekar kembali’.

Apa yang mendorong artis kelahiran Gianyar, 15 maret 1982 ini semangat untuk muncul kembali, rekaman lagi? “Yang membuat saya bersemangat ya karena ingin meramaikan lagi industri musik. Apalagi didukung oleh musisi dan pencipta lagu kenamaan secara nasional seperti Dewiq, juga ada Ian Joshua Stevenson, Deny Surya, Gede Bagus, dan tak ketinggalan Kevin Bird yang selalu men-support dari awal,” tutur Puspa kepada mybalimusic.com, Minggu (5/8).

Bagi ibu rumah tangga yang juga mengajar privat menari ini, bisa rekaman kembali setelah vakum cukup lama. Ia pun bersyukur dengan dukungan kuat dari eksekutif produser Kevin Bird, mini album “Hari yang Baik” bisa tuntas dikerjakan dan mulai didistribusikan dalam waktu dekat ini. “Rasanya senang banget dan tentunya tak terlepas dari grogi juga, karena sudah lama tidak masuk dapur rekaman lagi,” akunya.

Di mini album barunya ini, Puspa membawakan lagu dengan berbagai jenis irama dan beragam kisah dalam satu tema cinta. Dua lagu berbahasa Inggris, “Bad Love” dan satu lagu lama yang diaransemen ulang, “Secret Wish”. Tiga lagu lainnya, “Hari yang Baik”, “Tanpa Kamu” dan “Bicara Cinta”. Ketika ditanya apa rencana ke depannya, Puspa menyatakan fokus untuk mempromosikan rekaman barunya dahulu. Salah satunya dengan melakukan radio visit dulu sebanyak mungkin.

Menengok ke belakang, Puspa pada awalnya memang lebih dikenal sebagai penari. Karenanya ketika tiba-tiba ditahun 2008 ia muncul menjadi seorang penyanyi rekaman, sempat muncul kesan pesimis yang meragukan kemampuan Puspa. Bahkan ia sempat dicap hanya aji mumpung, dengan kemampuan olah vokal sekadarnya. Namun nada-nada sumbang itu sempat membuatnya down, namun kemudian berbalik membesarkan tekadnya, malah terdorong untuk menjadi lebih baik lagi dan terus berlatih vokal. Karenanya saat merilis dua album berikutnya di tahun 2010, ia menyatakan serius menyanyi dan makin percaya diri. Buktinya, di “Hari yang Baik”, Puspa mekar kembali. (231)

Puspa2

Puspa Dewi