Tridatu Perkenalkan Video Klip “Tresna Sing Gelahang”

TDT

Tridatu Band Bali

PELAN-PELAN saja, kiranya begitu prinsip grup band yang satu ini. Walau sudah terbentuk sejak 2012, Tridatu Band baru menghasilkan satu album rekaman berjudul “Tresna Pertama” yang dirilis setahun lalu. Setelah melepas single sekaligus video klip “Tresna Pertama”, baru paruh kedua tahun ini mereka melepas single juga video klip ke-2. Lagu yang dipilih kali ini, “Tresna Sing Gelahang”.

Menandai peluncuran video klip terbaru ini, Tridatu menggelar satu pertunjukan di salah satu rumah makan di Kuta, Minggu (29/7). Diramaikan penampilan sejumlah musisi dan penyanyi Bali, Tridatu baru muncul di pengujung acara sekaligus memainkan secara live “Tresna Sing Gelahang”.

Dari judulnya sudah ketahuan tema yang diusung tak jauh dari urusan asmara. Digarap oleh sang gitaris, Gus Wira, lagu “Tresna Sing Gelahang” menceritakan cinta yang kandas dari seorang pria, padahal hubungan yang serius dengan sang kekasih sudah siap memasuki pernikahan. Karena berbagai masalah, hubungan asmara ini kandas, keduanya pun berpisah walau berat.

“Tinggallah penyesalan dari si wanita yang telah melakukan kesalahan, namun nasi sudah jadi bubur. Ia hanya bisa mengenang kembali masa-masa berduaan dahulu, hingga akhirnya hanya permintaan maaf dan penyesalan yang terungkapkan lewat surat,” jelas Gus Wira.

Ia pun berharap, lagu “Tresna Sing Gelahang” bisa memberi inspirasi, pembelajaran bagi siapa saja agar bersyukur dan selalu menjaga pasangannya. Tetap jaga rasa saling percaya, jangan biarkan ego merusak segalanya.

Tridatu Band dibentuk dan mulai berkiprah di musik Bali sejak 2012. Namun seperti band kebanyakan, mereka pun harus melewati berbagai kendala hingga baru bisa unjuk gigi, menghasilkan karya sendiri di tahun 2017 dengan merilis “Tresna Pertama”. Hingga saat ini, Tridatu didukung Adix (vokal), Gus Wira (gitar melodi), Gung Pramana (gitar ritem), Gung Wah (bass), dan Gung Rama (kajon/drum).

Setelah melepas dua video klip “Tresna Pertama” dan yang terbaru “Tresna Sing Gelahang”, Tridatu berharap bisa makin eksis di blantika musik pop Bali. Begitu pun karya mereka bisa diterima masyarakat luas, dan tetap mewarnai musik Bali dengan sentuhan nuansa modern tanpa meninggalkan budaya Bali terutama bahasanya.

“Ke depan semoga kami bisa lebih baik lagi dalam berkarya , tetap menghibur atau memberikan hal positif kepada penikmat musik Bali pada umumnya,” demikian Gus Wira. (231)