“Buah Basang”, Persembahan Vana untuk Kasih Ibu

vana2

Vana Band

KASIH sayang dan pengorbanan seorang Ibu tiada ada habisnya menjadi sumber inspirasi untuk satu lagu. Ide ini pula yang diangkat oleh band Vana menjadi satu lagu berjudul “Buah Basang”. Ada cerita menarik di balik penggarapan lagu dan video klip yang diluncurkan secara resmi akhir pekan lalu ini.

Menurut Natha, vokalis Vana, lewat single “Buah Basang” mereka ingin mengingatkan betapa berartinya kehadiran seorang Ibu. Singkatnya, lagu ini mengisahkan seorang anak yang sempat membuat ibunya kecewa dan sedih atas tingkah lakunya. “Ya, sebagai seorang anak, sebagai manusia, tentunya kita tak luput dari kesalahan . Sekarang semua kembali kepada kita bagaimana bisa mulai memahami arti kasih sayang seorang ibu,” jelas Natha.

Tak berlebihan jika kemudian Vana memilih tanggal 6 Juli sebagai momen untuk peluncuran single “Buah Basang”, karena menjadi kado spesial. persembahan dari Natha untuk sang ibu yang tepat berulang tahun ke-44.

Cerita menarik saat penggarapan video klip diungkapkan oleh Hans, bassist Vana.

Ketika proses suting hari pertama, saat bersamaan ibunda Rafly James — sutradara video klip ini – meninggal. Karenanya suting sempat tertunda beberapa hari, dan baru dilanjutkan beberapa hari menjelang peluncuran. “Saat suting, Rafly menghayati banget, sampai lari-lari membawa kamera, totalitas baneg. Kami sampai merinding melihatnya, padahal saat itu hasil suting belum diedit. Karenanya video klip Buah Basang jadi sangat berkesan dan berarti bagi kami,” cerita Hans.

Setelah merilis “Buah Basang”, dalam waktu tak terlalu lama lagi Vana juga sudah mempersiapkan satu single laho. “Ada satu single berjudul Tresna Saling Mejohan feat. Sandra Iren mudah-mudahan bisa rilis Agustus mendatang,” tambah Natha.

Dibentuk 2013, Vana band yang berasal dari kota Negara punya mimpi besar di kancah musik khususnya di Bali. Awalnya mereka memainkan musik dengan format akustik, sempat gonta ganti personel, hingga akhirnya 2015 memutuskan untuk mengusung musik rock alternatif dengan lirik lagu berbahasa Bali. Hingga saat ini Vana masih solid dengan formasi Nata (vokal, gitar ritem ), Zee (gitar melodi ), Hans (bass), dan Bayu (drum).

Awal 2017, Vana merilis album “Astungkara” dengan hits antara lain “Kasta”, “Percuma”, dan “Sing Masalah”. Menurut Hans, lagu-lagu yang mereka ciptakan bercerita tentang realita kehidupan sehari-hari, tapi ada juga yang memang pengalaman pribadi dari personil tentang cinta. Vana yang dikreasikan dari kata fana yang berarti mimpi nyata, sama dengan tujuan kami yang ingin mewujudkan mimpi besar dalam karya mereka di musik. (231)