Enam Bulan Menunggu “Ciri-ciri Jatuh Cinta”

Dua2

Dua Januadi, Tison dan Tut Asmara

NAMA Dua Januadi sejatinya sudah mulai muncul sejak akhir 2017. Duo yang didukung Tison dan Tut Asmara ini bahkan sudah pula merilis single sekaligus video klip “Ciri-ciri Jatuh Cinta” dan “Soca Utama” sebagai salam perkenalan untuk penikmat lagu Bali. Menariknya, setelah lewat enam bulan lebih, barulah pemunculan Dua Januadi menggelar acara launching.

“Kenapa baru sekarang kami menggelar acara kumpul-kumpul sekaligus launching secara resmi, karena waktu karya Dua Januadi sudah selesai, kebetulan Puti Bulan sedang mempersiapkan rekaman tunggal. Saya pikir ya sekalian saja nanti dibuatkan acara,” jelas Tut Asmara di sela-sela pentas promo sekaligus launching single Dua Januadi dan Putri Bulan di Stel Peleng, Denpasar, 22 Juni lalu.

Dengan membawakan lagu yang masih sejenis dengan lagu-lagunya Trio Januadi terdahulu, tidaklah sulit bagi Tison dan Tut Asmara memperkenalkan keberadaan Dua Januadi. Bahkan penampilan Dua Januadi seakan menjadi penawar kangen, nostalgia bagi penggemar lagu pop Bali. Apalagi dalam penampilan secara live, Dua Januadi juga membawakan lagu lama yang pernah popular seperti “Kaca Mata Selem” nyanyian Tut Asmara yang sudah diaransemen ulang.

Ketika disinggung soal penampilannya yang tak banyak berubah sejak awal muncul di kancah pop Bali awal 2000-an, Tut Asmara hanya tersenyum. “Sebetulnya sempat tidak percaya diri juga, ingat kalau umur sudah tak muda lagi,” akunya.

Namun demikian melihat respons penonton, Tut Asmara mengaku kembali bersemangat dan berusaha menghibur sebaiknya. Hanya ia mengaku belakangan mulai mendapatkan saran, masukan dari buah hatinya yang sudah beranjak dewasa. “Ya … kadang putri saya bilang, kurangin dikit gayanya, gak cocok,” cerita pria selalu tampil modis ini.

“Untuk membangkitkan lagi Trio Januadi seperti dulu mungkin agak susah, karena masing-masing personel sudah punya kesibukan tersendiri sekarang. Di sisi lain ada keinginan untuk tetap berkarya di musik, karena itu saya coba munculkan konsep beda, Dua Januadi,” ujar Tut Asmara kepada mybalimusic.com.

Tut Asmara mengakui, untuk mendapatkan kembali masa-masa kejayaan lagu pop Bali seperti era 90-an hingga awal 2000-an memang susah. Selain karena kecenderungan perkembangan teknologi, situasi juga sudah banyak berubah. Namun karena memang jiwa di seni musik sudah melekat, selalu ada keinginan dan semangat untuk tetap menghasilkan karya baru.

Karenanya saat dua rekannya di Trio Januadi – Ary Kencana dan Jaya Pangus – sibuk dengan kegiatan masing-masing, Tut Asmara mencoba memunculkan project baru dengan konsep agak beda. Ia pun menggaet Tison, salah satu penyanyi muda yang sempat diproduserinya untuk mendukung Trio Kirani, dan memperkenalkan nama baru, Dua Januadi. Diakui, pemunculan Dua Januadi jelas akan sulit menyamai ketenaran Trio Januadi. Terlebih lagi di tengah perkembangan pasar rekaman musik saat ini, yang secara ekonomi jauh dari menguntungkan seperti satu dekade lalu.

“Saya kuat tekad membentuk Dua Januadi dan rekaman, semata-mata untuk mempertahankan eksistensi. Penggemar lagu pop Bali tahu kami pernah ada, pernah mengisi memori mereka akan beberapa karya kami, jadi sangat sayang rasanya kalau kemudian apa yang sudah dicapai itu dibiarkan meredup dan hilang begitu saja. Ya niatnya sih, Dua Januadi ini menegaskan kalau kami, saya Tut Asmara dan Tison masih ada di lagu pop Bali dan masih ada semangat berkarya,” paparnya.

Walau demikian, bukan berarti Tut Asmara mengubur dalam-dalam Trio Januadi. Bahkan ketika ditanya kemungkinan Trio Januadi untuk muncul lagi, Tut Asmara dengan semangat mengatakan jelas ada. Malah ia sudah mempersiapkan satu single untuk pemunculan kembali Trio Januadi. Kapan? Tunggu saja katanya.  (231)

Dua1

Dua Januadi, Tison dan Tut Asmara