Tak Hanya Main Reggae, Made Gimbal Mulai Siapkan Album ke-2

Gim1KALAU ada yang bertanya, dari daerah mana saja kebanyakan musisi dan penyanyi pop Bali muncul? Salah besar jika ada yang menjawab hanya dari satu atau dua daerah saja. Boleh dikatakan dari seluruh daerah di Bali, ada saja penyanyi atau grup band yang muncul dan bisa diterima secara luas. Tak terkecuali dari Bali bagian barat, tepatnya Negara. Setidaknya sejak beberapa bulan terakhir, nama Made Gimbal n’ Band cukup menjadi bukti kalau bakat musik dari bumi makepung tetap diperhitungkan.

Meskipun saat ini masih terus melakukan promo untuk album pertama yang mengedepankan hits seperti “Gelandangan”, “Liligundi”, Made Gimbal juga sudah bergerak untuk album ke-2 yang diharapkan awal tahun depan sudah bisa dirilis. “Iya, selain mengisi acara musik, juga masing-masing personil juga punya kerjaan masing, kami juga mulai melanjutkan rekaman untuk album kedua ditambah penggarapan video klip,” jelas Tude Poled, bassist Made Gimbal.

Ditambahkan, ada rencana paling tidak awal 2019 album kedua harus sudah bisa dirilis. Memang untuk album pertama sendiri masih perlu promo lebih banyak lagi, namun untuk stok karya sudah cukup banyak. “Ya, kalau mau bikin album paling tidak 4-5 album bisa kami buat, tapi untuk itu kan perlu dana yang besar. Nah, kendala kami ya pada dana, maklumlah kami band kampung yang masih cari sponsor ke sana ke mari,” ujar Tude Poled sembari tersenyum.

Jika sejak rilis album pertama lebih banyak yang mengenal Made Gimbal n’ Band sebagai band reggae, maka untuk album ke-2 nanti rencananya musik yang dimainkan akan lebih bervariasi. Tidak hanya reggae, namun juga rock dan country. Hal ini juga dilakukan untuk menepis kesan kalau Made Gimbal identik dan melulu bermain reggae. Hal ini pun sebetulnya sudah dilakukan band yang berbasis di desa Yeh Kuning, Jembrana ini sejak awal terbentuknya, dengan memainkan beragam musik. Alasannya sederhana saja, kalau terpaku pada satu genre mungkin akan terkesan monoton dan akan jenuh.

Meskipun baru muncul di blantika musik Bali dalam 2-3 tahun terakhir, Made Gimbal n’ Band sudah memulai kiprahnya sejak 1997 meski sempat beberapa kali ganti nama mulai dari RPJ, GND, juga Sarung Bracun. Kala itu, band ini lebih banyak memainkan lagu Top 40 dan kerap memainkan lagu Dire Strait, Capman, CCR , Eric Clapton , Santana, Gipsy King. Niatnya, dari Negara mereka mencoba unjuk kebolehan dengan main di bar-bar di Denpasar dan Kuta. Namun karena kesibukan masing-masing personel , hanya satu personel saja, Made Puja yang hijrah ke Denpasar.

Made Puja akhirnya tak hanya main di Denpasar dan Sanur, juga sempat mengisi pertunjukan musik di sejumlah hotel dan restauran di Austria sana. Hingga 2011 Made Puja yang beristrikan orang Austria kembali ke Indonesia saat istrinya meninggal dunia di Bali. Sejak itu, Made Puja mulai menciptakan lagu-lagu berbahasa Bali. Akhirnya rekan-rekan satu grup band yang pernah bersamanya dulu sepakat untuk berkumpul kembali, dan terbentuklah Made Gimbal n’ Band. Saat ini Made Gimbal n’ Band diperkuat Made Puja aka. Made Gimbal (vokal, gitar, harmonika), Tude Poled (bass, vokal latar), Komang Agus (gitar), Nova (drum), dan Dede Broet (keyboard). Soal nama grup Made Gimbal, tak lepas dari sang vokalis yang berambut gimbal yang memang tumbuh dengan sendirinyak, tidak disambung atau disulam. Dari sanalah muncul kesepakatan memakai nama Made Gimbal n’ Band. (231)

Gim2

Made Gimbal n’ Band