“Your Love”, Salam Perkenalan dari Alien Child

Aya s2

Alien Child

ALIEN Child? Di kalangan musik khususnya di Bali, nama ini mungkin masih terdengar asing, masih baru. Namun melihat sosok di balik nama ini, kiranya sudah tak asing lagi. Adalah duo kakak beradik Aya dan Laras yang kini mengibarkan bendera baru, yang mereka sebut Alien Child. Tentu ada banyak hal yang ingin dicapai dari langkah baru ini, untuk satu perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju lagi.

Sudah dua tahun lebih dua penyanyi juga musisi belia ini mulai mencuri perhatian penikmat musik dengan mengibarkan nama Aya & Laras BTMDG. Lagu-lagu orisinal yang mereka garap sendiri cukup banyak meramaikan channel Youtube, termasuk yang fenomenal seperti “A Thousand Candle for Peace”. Maka ketika pertengahan tahun ini mereka mengumumkan nama Alien Child, inilah bagian dari upaya untuk menuju jenjang yang lebih tinggi, karya yang lebih baik lagi.

Secara “resmi” nama Alien Child mulai diperkenalkan saat mereka meluncurkan single berjudul “Your Love” dalam satu acara temu wartawan, seniman dan budayawan di Kubu Kopi, Denpasar, akhir pekan lalu. Alasan sederhana yang disampaikan, mengapa harus berubah nama, karena Aya & Laras BTMDG agak rumit dan oleh sebagian besar kalangan susah diucapkan. Pilihan nama Alien Child menjadi lebih umum,  tidak merujuk pada sosok tertentu, bukan pula Aya dan Laras, dan pastinya punya nilai jual yang komersil.

Menurut Aya dan Laras,  Alien Child adalah cerminan tentang “rumah” bagi semua orang yang pernah “terasing”, “ditinggalkan”, dan “terlupakan”. Melalui lagu ciptaannya, mereka menghadirkan sebuah “rumah teduh” menentramkan bagi siapa saja, terutama remaja yang tengah berupaya menemukan jati dirinya. Alien Child adalah rumah kebersamaan bagi siapa saja untuk diterima dan dicintai apa adanya.

“Your Love” adalah sapaan awal dari Alien Child sebelum mereka merilis album penuh berjudul “Take Off”. Video klip lagu ini sudah mulai ditayangkan di Youtube sejak 3 Juni lalu melalui akun Youtube mereka: Alien Child. “Ini lagu tentang cinta, tetapi tidak semata lagu cinta umumnya. Kami percaya karya ini memiliki aneka makna yang tersimpan dalam lirik dan musiknya. Your Love boleh jadi adalah tentang cinta yang murni; cinta yang jujur. Melalui metafor yang berlapis makna dalam syairnya, kami mengajak pendengar untuk bebas berimajinasi,” jelas Aya dan Laras.

Album “Take Off” sendiri akan memuat 8 lagu baru yang keseluruhannya diciptakan dan diaransemen oleh Aya dan Laras.  Ada sedikit perubahan warna dari lagu-lagu yang diciptakan sebelumnya yang dominan dengan permainan biola dari Aya, kali ini justru kuat terkesan genre electropop. Jika album ini digarap dengan serius dan melibatkan banyak orang hebat mulai dari proses rekaman, mixing, hingga penggarapan video klip bahkan manajemen keartisan, itu semata karena niat kuat untuk memunculkan nama Alien Child.

“Kami bersungguh diri menciptakan album ini karena ingin hadir dengan image kini: Alien Child, sekaligus berbagi pemamahan, pengalaman dan pengetahuan melalui sejumlah lagu terpilih yang mengalun dari kedalaman hati kami, semoga dapat diresapi siapa saja dengan sepenuh hati,” ujar Aya dan Laras

Ditambahkan, sesungguhnya sejak 2016 Aya dan Laras sudah merekam 20 lagu sendiri, bermaksud merilisnya, tetapi urung mempublikasikannya setelah mendengar ulang berkali-kali. Kala itu mereka memahami lagu-lagu yang digarap itu bukan seperti yang kami niatkan untuk dipersembahkan kepada publik. Hingga awal 2017, Aya dan Laras semangat untuk mulai berkarya lagi. Aya bereksperimen dengan Logic Pro X dan belajar sendiri bagaimana mengaransemen musik. Laras menciptakan sendiri lirik dan melodi yang lebih jujur ​​dan matang. Setelah berproses itulah mereka menetapkan 8 lagu pilihan dengan genre electro-pop, R&B, EDM yang dipersiapkan untuk debut album Alien Child, “Take Off”.

Beruntungnya pula, Aya dan Laras didukung penuh kedua orangtuanya, pasangan Ketut Suarma dan Heny Janawati yang tak hanya terus mendorong mereka berkarya dan memfasilitasi, namun juga memberi kebebasan dalam berkarya. “Memang setelah menciptakan lagu, mereka juga minta pendapat atau masukan dari kami, tapi kami tidak mau mencampuri apalagi mengarahkan, mendikte mereka untuk berkarya begini atau begitu,” jelas sang ayah, Ketut Suarma.

Karenanya, album “Take Off” bisa menjadi satu karya jujur dari dalam hati Aya dan Laras. Mereka menuangkan segala pengalaman masa muda; seperti cinta, cita-cita, pertanyaan hakiki tentang hidup, juga proses penemuan diri, berikut pengalaman pribadi sebagai remaja. “Percayalah ini bukan suatu masalah, bila kita (remaja) mengungkapkan secara terbuka apa yang dialami dan dirasakan, lantaran itu adalah bagian alami dari tumbuh rekahnya setiap pribadi. Kami yakin masa remaja adalah saat dimana kita bersiap untuk leaving a nest, terbang meninggalkan rumah guna meraih masa depan cemerlang seturut usia yang makin matang. Itulah momen takeoff,” demikian Aya dan Laras. (231/*)

Aya s

Alien Cild: Aya dan Laras