Berawal Otodidak, Akhirnya Rilis Album “Ngrastitiang Bali”

Mas2

Gung Mas dan Gung Mirah

BAKAT penyanyi anak-anak di Bali kian bertumbuhan. Belakangan makin banyak anak-anak yang berminat pada dunia tarik suara. Mereka memilih jalur entah lewat lomba, kursus vokal atau ikut sanggar, hingga otodidak atau bertumbuh sendiri tanpa bantuan guru. Salah satu bakat yang muncul secara otodidak itu adalah Gung Mas. Tak pernah bersentuhan dengan pendidikan atau kursus vokal secara intens, bakat menyanyinya tumbuh dengan sendirinya sejak masih duduk di bangku TK. Hingga kini saat duduk di kelas V SD, ia sudah merampungkan satu album yang diberi judul “Ngrastitiang Bali”.

“Dia (Gung Mas) tidak pernah kursus atau les. Ia tertarik dengan menyanyi setelah menonton lagu pop Bali anak-anak di televisi juga Youtube,” ujar Agung Pemayun, ayahanda sekaligus produser rekaman album “Ngrastitiang Bali” kepada wartawan di Denpasar, Minggu (20/5).

Album yang diedarkan dalam format VCD tersebut memuat 7 lagu, dua di antaranya sudah pernah direkam Gung Mas di album rare Harta Pro. Lima lagu lainnya adalah lagu baru, termasuk satu lagu duet “Menghafal Abjad” yang dinyanyikan Gung Mas bersama adiknya Gung Mirah, dan satu lagu yang khusus dinyanyikan Gung Mirah sendiri, “Lubak”. Dari lagu-lagu tersebut, disepakati untuk menaikkan judul “Ngrastitiang Bali” ciptaan Komang Raka sebagai judul album.

“Ngrastitiang Bali dipilih sebagai judul karena selain lagu ini memiliki pesan yang bagus, selama ini Bali sudah terkenal dengan budayanya. Bagaimana agar anak-anak juga tidak jauh dari budayanya,“ ujar Agung Pemayun.

Menariknya, meskipun hanya memuat 7 lagu, penyelesaian album Gung Mas yang proses rekaman dan aransemen musiknya ditangani Dek Artha dari Harta Pro memakan waktu hampir dua tahun. Hal ini tak lepas dari keinginan kedua orangtua Gung Mas yang ingin semuanya berjalan alami tanpa ada paksaan.  Misalnya saja untuk mendapatkan lagu, kemudian dipelajari, dihafalkan hingga take vocal dilakukan benar-benar secara bertahap dan mengikuti kesibukan belajar juga mood Gung Mas. Begitu pula penggarapan video clip yang banyak menggunakan cuplikan kegiatan upacara adat dan budaya Bali riil apa adanya.

“Intinya rekaman ini tidak dimaksudkan untuk kejar target atau tujuan popularitas lainnya, tapi lebih bagaimana kami memberi wadah dan kesempatan kepada Gung Mas dan adiknya untuk menyalurkan bakat,” tegas Agung Pemayun.

Hal tersebut juga diamini sang ibu.  Satu pertimbangan penting, bagaimana Gung Mas selain menyalurkan hobi menyanyi, juga tidak ketinggalan atau jeblok di prestasi akademis. Karenanya proses latihan menyanyi dan rekaman dilakukan di sela-sela kesibukan belajar Gung Mas. Tak heran karenanya, di luar  menyanyi, ia sempat menjuarai beberapa lomba lain, bahkan menjadi juara di sekolah.

Mengomentari pemunculan Gung Mas, baik Dek Artha selaku penata rekaman, Yasa Sega sebagai videographer, juga Komang Raka sebagai pencipta lagu sama-sama menyatakan, Gung Mas dengan suaranya yang khas anak-anak memang berbakat dan termasuk mudah diarahkan. “Album ini sebagai salah satu bukti lagu Bali  cukup kuat diminati anak-anak. Banyak anak-anak sekarang yang tertarik ikut lomba, ikut kursus, akhirnya rekaman. Jadi sesungguhnya lagu pop Bali anak-anak bagus prospeknya,” demikian Komang Raka yang banyak dikenal sebagai salah satu pencipta lagu pop Bali kawakan. (231)

Mas1

Peluncuran album pop Bali anak-anak “Ngrastitiang Bali”