Rilis “De Meuyutan”, Awalnya De Sud Dicuekin

DeSud1

De Sud

SATU lagi penyanyi, musisi muda berbakat dari Buleleng unjuk kebolehan. Kali ini datang dari daerah Padang Bulia, namanya De Sud. Di bawah bendera Demores Rumah Musik, ia baru saja meluncurkan satu lagu berbahasa Bali yang berjudul “De Meuyutan”.

Sesungguhnya ini bukan kali pertama musisi belia ini mencoba merekam karyanya. Hanya baru kali ini ia berkesempatan digarap lebih baik dan lebih serius melalui sentuhan tangan Gde Kurniawan, musisi yang juga pemilik studio Demores. Menariknya, kerjasama keduanya tak terjadi secara mudah begitu saja.

“Sejak masih SMA, De Sud sudah datang ke Demores ingin rekaman, tapi entah kenapa waktu itu saya cuekin. Saya pikir, ah, nak iseng-iseng gen ne. Nah, belakangan ia sering kirim audio lewat WA. Bli, cang ngelah lagu baru, begitu dia bilang. Salah satunya ya lagu De Meuyutan ini. Tempo hari saya cek lagi, ternyata oke juga. Ya akhirnya saya garap saja,” cerita Gde Kurniawan kepada mybalimusic.com.

Menurut pria yang belakangan cukup getol menggarap rekaman sejumlah musisi berbakat dari Buleleng ini, ia tidak punya target khusus dari rilis single De Sud. Intinya, hanya ingin berkarya saja, sekaligus menunjukkan eksistensi musisi-musisi muda dari bumi Panji Sakti.

Sementara itu De Sud mengaku sudah tertarik dengan musik sejak masih di bangku SMP. Utamanya tentu saja terhadap lagu berbahasa Bali kegemarannya. “Kalau kemudian saya mencoba menggarap lagu sendiri dan rekaman, ya karena saya ingin mencari kawan, menyama braya lewat musik. Dengan bermusik saya bisa kenal dengan banyak orang juga banyak punya teman,” kilahnya.

Setelah rilis single “De Meuyutan”, penyanyi bernama lengkap Gede Sudi Laksana ini berencana menggarap video klip. Ia pun merasa senang akhirnya bisa menunjukkan karyanya sendiri kepada masyarakat luas. Sebelumnya, pria kelahiran 27 Juli 1999 ini juga sempat nge-band dengan teman-temannya. Salahnya satunya menggawangi band Kompas, yang mewakili kecamatan Sukasada dalam ajang Festival Band Remaja se-Kabupaten Buleleng du Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, September 2017 silam. (231)

Desud2