Dag Dig Dug Gara-gara Tes Narkoba

antra3

Personel Antrabez menjalankan tes urine dadakan untuk membuktikan bebas narkoba

ADA yang unik dari acara temu wartawan serangkaian peluncuran album ke-2 Antrabez band, “No Limit” di aula LP Kerobokan, Badung, Kamis (22/3) siang. Begitu acara dibuka dan diawali pengantar dari Kalapas Kerobokan, Tony Nainggolan, tiba-tiba saja seluruh personel Antrabez disuruh maju untuk mengambil pot kecil dari plastik dan melakukan tes urine. Lho, ada apa?

“Seperti yang saudara-saudara lihat saat masuk pintu utama LP, ada seruan tanpa narkoba. Nah, sebelum acara dimulai, kita akan buktikan apakah mereka (personel Antrabez) bersih, tanpa narkoba. Kalau satu saja positif narkoba, Antrabez saya bubarkan. Semuanya dibatalkan saja. Ini komitmen kami untuk menunjukkan warga binaan LP Kerobokan dimulai dari Antrabez sudah bersih dari narkoba,” papar Tony Nainggolan.

Tak pelak, aksi spontan yang membuat acara temu wartawan sempat jeda sekitar 15 menit itu mengagetkan semua pihak yang hadir termasuk wartawan. Terlihat wajah tegang dari para personel Antrabez.

“Saya juga tegang, dag dig dug. Kalau ada satu saja dari mereka yang terindikasi narkoba, taruhannya besar, saya juga kena dampaknya. Kalau ada alat ukur tensi, mungkin tensi saya saat ini mencapai 160,” ujar Ka. Lapas dengan raut muka serius. Bahkan ia sempat pula mendekati sutradara video klip Erick Est. dan meminta untuk memegang dadanya, menunjukkan ia memang dag dig dug.

Untuk menunjukkan keterbukaan, tanpa ada rekayasa, Ka. Lapas juga mempersilakan wartawan mengikuti dan mengambil gambar semua proses mulai dari pengambilan urine hingga tes yang dilakukan terbuka. Begitu tes urine seluruh personel Antrabez menunjukkan negatif narkoba, semua bertepuk tangan.

“Seumur hidup saya bermain musik dan menghadiri, mengikuti acara press conference untuk peluncuran album rekaman, ini pertama kalinya dalam hidup saya press conf. ada tes urinenya. Kalau biasanya tesnya negatif (untuk dokter kandungan) pasti kecewa, tapi kalau yang ini hasil tesnya negative, malah nerasa bangga,” komentar Octav, gitaris pentolan Antrabez sembari tertawa.

Anom Darsana, produser rekaman Antrabez dari Antida Music tak kalah tegangnya selama acara. “Saya agak shock karena tanpa sepengetahuan saya, Ka Lapas dan tim melakukan itu. Bayangkan kalau ada satu saja yang terindikasi narkoba dan semua dibatalkan, betapa ruginya kami mempersiapkan semuanya untuk acara peluncuran 28 Maret nanti. Semua kerja keras kami akan habis kalau benar-benar batal. Karena apa yang kami invest untuk Antrabez bukan main-main. Syukurlah, akhirnya semua lega,” demikian Gung Anom.

Peluncuran album ke-2 Antrabez akan dilaksanakan 28 Maret mendatang di halaman TVRI Denpasar. Sejumlah musisi yang berkolaborasi dan terlibat untuk single “INDONESIA” akan turut tampil, seperti Ayu Laksmi, Ian Stevenson “Zat Kimia”, JRX, Marshello “The Hydrant”, Robi “Navicula”, Lolot, Sandrayati Fey, dan Sandrina Malakiano. (231)