Bayu Cuaca Tertipu Cewek Jadi-jadian

Bayu1

Bayu Cuaca

BAYU Cuaca punya cerita baru lagi. Gara-gara media sosial, ia tertipu “cewek jadi-jadian”. Awalnya ia berkenalan dengan seorang cewek cakep dan seksi melalui media sosial di internet. Namun satu ketika ada kesempatan bertemu cewek tersebut, alangkah kagetnya, si seksi ternyata seorang cowok, karena terlihat dari jakun alias “batun kolongan”-nya.

Cerita lucu itu tengah gencar disebarkan Bayu, sebagai kisah dari lagu terbarunya yang diberi judul “Batun Kolongan”. “Ini cerita fiksi yang didapat dari imajinasi liar seorang Bayu Cuaca hahaha …. Namun di balik unsur jenaka dalam lagu ini, ada pesan sangat dalam yaitu kita harus lebih berhati-hati kalau kita berkenalan di sosial media. Apalagi jika kita belum pernah bertemu orang itu sebelumnya,” jelas Bayu kepada mybalimusic.com.

Sebagaimana karya-karya sebelumnya, single terbaru Bayu Cuaca ini juga didukung video klip menarik. Video yang digarap tim Trax Video dan Memora Pro ini digarap sutradara Agus Wiranata, sedangkan konsep idenya dari Mirah Sugandhi. Dalam waktu seminggu sejak diunggah di Youtube, video klip ini sudah mencapai 30 ribu lebih viewer. “Batun Kolongan” menjadi single lagu berbahasa Bali ke-4 Bayu Cuaca setelah “Tunangan Langka” (2015), “Jerawat” (2016), dan “Ngeling Sambil Manting” (2017).

Jika ada penilaian selama ini kesannya Bayu tidak begitu gembar-gembor soal lagu, namun secara rutin setahun sekali mengeluarkan karya baru yang dengan mudah banyak digemari penikmat musik, Bayu Cuaca hanya tersenyum. Baginya, yang penting ikhlas dalam berkarya dan berusaha fokus, mengedepankan totalitas, dan tetap konsisten dengan warna musik serta karakter bayu cuaca selama ini.

“Ya sepertinya demikianlah, namun sya akan tetap membebaskan pikiran untuk membuat tema-tema lain selain humor. Karena ide itu sangat abstrak. Mau itu nanti jadi lagu berbahasa Bali atau Indonesia, saya akan biarkan mengalir saja. Setelah lagu Batun Kolongan, astungkara akan ada lagu baru lagi,” ujarnya.

Berciri khas rambut panjang dan selalu tampil dengan gitar, penyanyi bernama asli Bayu Juniarta ini sudah mengawali ketertarikannya terhadap musik dan menyanyi sejak kanak-kanak. Ketika kelas I SMP, ia sudah mulai bermain gitar. Meskipun kini lebih banyak dikenal sebagai penyanyi lagu berbahasa Bali, justru Bayu mengawali kariernya dengan merilis album pertama berbahasa Indonesia yang berjudul “Prakiraan Cuaca” di tahun 2014. Karena di awal kiprahnya ia sering membawakan lagu tentang prakiraan cuaca, “Hujan Deras” dan “Angin Kencang”, oleh seorang teman ia pun diberi nama Bayu Cuaca. Jika kemudian melebar ke lagu berbahasa Bali, kebetulan tahun 2015 ia menciptakan lagu “Tunangan Langka” yang mengalir begitu saja. Siapa sangka lagu ini menjadi hits dan sudah disaksikan lebih dari 3 viewer di channel Youtube. (231)

Bayu2

Bayu Cuaca