Join Kopi Angkat Budaya Bali Lewat “Megocekan”

Kopi0KREATIVITAS memang tiada batas, pun dalam bermusik. Satu lagi grup musik baru dari Buleleng, dan langsung menyapa penikmat musik pop Bali dengan lagu “Megocekan” yang sudah pula dibuatkan video klipnya. Meski proses rekaman dan aransemen musik digarap dalam waktu singkat, lagu yang diciptakan sendiri oleh sang gitaris, Gus Inka ini sudah cukup lama ditulis.

“Target kami merilis single Megocekan untuk lebih memperkenalkan budaya dan tradisi Di Bali ke masyarakat luar. Ya walaupun kami tahu megocekan dikategorikan judi dan melanggar hukum, tapi sebagai orang Bali kami masih menjaga kental tradisi nenek moyang kami. Sekarang tergantung pelakunyan sendiri, mau menggunakan itu sebagai ajang judi atau hiburan bersenang-senang saja. Kami mohon maaf kalau ada yang merasa kurang pas,” papar Gus Copot, vokalis Join Kopi kepada mybalimusic.com.

Grup band Join Kopi dibentuk 7 Agustus 2017, bermula dari kesempatan jamming para personelnya beberapa kali pada berbagai kesempatan. Jadilah formasi band Gus Copot (vokal), Gus Inka (gitar ritem, vokal), Erya (gitar melodi), Ella (bass), dan Budix (drum). Nama Join Kopi dipilih secara spontan, karena seperti biasanya kalau mereka berkumpul tanpa ditemani kopi terasa kurang pas.

“Nah, pas waktu kumpul itu, salah satu teman bergegas membuat kopi. Tapi apa daya, sisa gula cuma pas untuk membuat 2 cangkir kopi saja. Mih lacure, hehehe ….. Lalu Gus Inka bilang, ya sudah joinan saja. Saat itu pula ia punya ide, bagaimana kalau band ini kita namakan Join Kopi saja. Semua kompak dan setuju menggunakan nama itu,” cerita Gus Copot.

Masih soal nama, dijelaskan, kebetulan juga ada banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari kopi. Salah satunya kandungan cafein yang bisa bermanfaat, diperlukan oleh tubuh, asal jangan kebanyakan saja. “Ibaratnya kafein itu kami, dan tubuh itu adalah mereka yang bisa kami hibur dengan lagu-lagu kami,” tambah Gus Copot.

Setelah “Megocekan”, saat ini Join Kopi sudah merencanakan penggarapan single berikutnya. Masih seperti musik yang mereka mainkan saat ini, mengangkat realita keseharian sebagai tema lagu. Mereka pun berharap bisa lebih dikenal di masyarakat dan bisa menghibur lebih banyak orang lagi, walau hanya dengan karya sederhana dan terkesan slengean. (231)

kopi1