Konser Bali Salam 2 Jari, Kampanye Tanpa Atribut Parpol

konserSATU konser musik berskala besar yang dimotori Komunitas Taksu Seni Bali akan digelar di Lapangan Astina, Gianyar, Minggu (11/3). Sejumlah grup band Bali berbagai genre akan tampil dari sore hingga menjelang tengah malam. Dilihat dari tajuk acara, “Konser Bali Salam 2 Jari” sudah jelas menunjukkan ada nuansa kampanye berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Bali, Juni mendatang.

“Iya, acara ini memang berhubungan dengan kampanye, kategori pentas budaya. Tapi konsepnya kami buat benar-benar berbeda, out of the box. Tidak ada atribut parpol atau salah satu pasangan calon, juga tidak ada orasi mengenai program-program dari calon dan sejenisnya,” papar Bagus Mantra, inisiator acara kepada wartawan di Denpasar, Sabtu (10/3).

Dijelaskan, nantinya justru para seniman, musisi yang akan tampil yang menyampaikan harapannya akan pemimpin Bali di masa mendatang. Jadi kalau selama ini pasangan calon yang menyampaikan aspirasinya ke masyarakat, kali ini dari masyarakat yang menyampaikan aspirasinya. Meskipun sudah jelas mengarah ke satu bakal calon, tidak ada pesan-pesan untuk mencoblos atau memilih secara langsung.

“Inginnya masyarakat menyaksikan konser dengan nyaman, semua happy, pulang dengan pikiran tenang, nyaman, nanti dapat menentukan yang terbaik sesuai aspirasi mereka,” tambah Bagus Mantra.

Pimpinan Pregina Art & Showbiz itu juga membantah jika dikatakan pemilihan lokasi acara di Gianyar karena ada pertimbangan politis berkenaan dengan basis massa pendukung calon lainnya. Dikatakan, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menentukan ada sejumlah titik lapangan terbuka yang bisa digunakan, dan panitia memilih Gianyar karena selama ini band-band yang akan tampil lebih banyak bermain di wilayah Denpasar dan Badung.

Dipandu MC Ayu Maenah, Dadong Rerod dan Nana Viana, konser menampilkan grup rock The Rocknest, Crazy Horse, grup reggae Rastaflute, Smallaxe, Joni Agung & Double T., KIS, hingga kolaborasi Rajes n Band bersama Rah Tut XXX serta kolaborasi Jun Bintang dan Lebri Partama dengan Coky “Netral”. Selain itu juga ditampilkan garapan seni khusus dari Bona Alit didukung Ocha “Taksu” serta wayang inovatif Genta Wisesa. Seluruh pengisi acara tampil dengan niat sendiri tanpa paksaan, pun tanpa bayaran, semata-mata karena dorongan hati untuk menyampaikan aspirasi.

Kepada wartawan, pengisi acara seperti Jun Bintang maupun Joni Agung kembali menegaskan, sekalipun Konser Bali Salam 2 Jari termasuk kategori kampanye, namun pengisi acara tampil tidak akan menyampaikan pesan-pesan kampanye berkaitan dengan salah satu calon. “Kami datang untuk menyanyi, menghibur. Kebetulan juga ada beberapa lagu kami yang berbau kritik sosial, cocok untuk disampaikan, mudah-mudahan bisa didengar oleh kedua pasangan calon. Meskipun sekarang kami tampil untuk konser Bali Salam Dua Jari, kalau nanti satu pasangan calon lainnya juga mengajak kami untuk mengisi acara, kami siap tampil, dengan syarat yang sama, tanpa harus meneriakkan slogan atau pesan kampanye, karena memang tugas kami menghibur,” jelas Gung Joni, pentolan Joni Agung & Double T.

Ketika ditanya jika keputusan untuk tampil mengisi konser yang mengarah ke satu pasangan calon kemungkinan dapat berdampak kurang bagus jika seandainya calon lain yang menang, Gung Joni hanya tersenyum dan berkata, “Kalau soal itu, kita serahkan ke alam”.

Hal senada ditegaskan Bagus Mantra. Menurutnya, dalam situasi kampanye sekarang, para seniman termasuk musisi dan penyanyi sepertinya memang terbagi menjadi dua kelompok, dua gerbong yang berbeda. Boleh jadi karena memang ada yang “berinvestasi” di politik. Namun demikian ia berharap itu tidak mengurangi apalagi mengubah pertemanan selama ini menjadi hancur. “Jangan sampai karena politik kita mepalasan, karena ini kebetulan mendukung calon berbeda, bukankah  lebih baik malah adu kreasi, adu lagu? Nanti setelah hajatan Pilkada selesai toh kita akan kembali bersama-sama. Kalau bukan kitayang jaga taksu Bali, siapa lagi?” pungkas Bagus Mantra. (231)