Garap Ulang “Goyang Linggis” untuk Menasional

AW1

Agung Wiradana

KETIKA masuk tahapan bergengsi di acara Golden Memories di Indosiar beberapa waktu lalu, penyanyi lagu pop Bali Agung Wiradana sempat memperkenalkan juga lagu sekaligus goyangan yang menjadi ciri khasnya, Goyang Linggis. Ternyata banyak yang tertarik dan suka. Gara-gara itu pula, terbersit dalam benaknya untuk merekam ulang “Goyang Linggis”. Akhirnya jadilah “Goyang Linggis Bikin Happy”.

Ya, lagu ini baru saja dirilis ulang oleh Agung, dengan target untuk bisa lebih menasional lagi. “Awalnya kan lagu berbahasa Bali. Karena ini ditargetkan untuk menasional, selain musiknya diaransemen ulang, sebagian lirik juga diganti dengan bahasa Indonesia. Termasuk ada beberapa bagian lirik yang disesuaikan agar lebih kuat maknanya,” jelas Agung Wiradana kepada mybalimusic.com.

Bukan hanya memperbarui, mengaransemen kembali musik hingga merekam kembali “Goyang Linggis” dalam format yang lebih kekinian, video klip juga dibuat ulang. Begitu pula DVD yang dirilis kali ini dilengkapi dengan video inspirasi dan motivasi. Apa yang disuguhkannya kali ini, menurut Agung semata-mata karena ingin mengajak siapa saja untuk tetap bersemangat dalam menjalani hidup. Apapun yang terjadi, apapun yang dialami, tetap harus optimis dan selalu bersyukur.

Agung juga mengatakan, ia sendiri tak menyangka banyak yang suka dan tertarik dengan “Goyang Linggis”. Bahkan lagu ini tak hanya kerap dijadikan pengiring untuk senam, namun juga diminati untuk musik pengiring yoga. Begitu pula tak sedikit yang menjadikannya sebagai “musik terapi” untuk menghadapi beragam masalah sosial kekinian. “Sesuai  judulnya, ya lagu ini dibuat memang tujuannya untuk membikin semua orang senang, jadi happy,” kata penyanyi yang sebelumnya dikenal dengan nama Agung Wirasuta ini.

Single “Goyang Linggis” sudah mulai diperkenalkan sejak akhir 2016 lalu. Meksipun judulnya “Goyang Linggis”, lagu ini sama sekali tidak berbau porno. Justru liriknya mengajak bagaimana caranya menghadapi situasi ekomomi yang sulit, pekerjaan susah, agar tetap gembira dan bersemangat. Untuk itu pula ada sejumlah gerakan sebagai koreografi pendukung yang tidak terlalu rumit sehingga bisa diikuti oleh siapa saja dalam waktu singkat. (231)