Keroncong JNCK, dari Iseng Jadi Serius

JNC1KREATIVITAS selalu hadir tanpa batas. Ide-ide segar bisa muncul kapan saja, di mana saja. Seperti sejumlah musisi Bali yang tiba-tiba saja muncul dengan konsep agak beda, menamakan dirinya Keroncong Jantjoek (JNCK). Dilihat dari namanya sudah jelas, mereka memainkan musik keroncong. Namun jangan bayangkan mereka memainkan musik keroncong klasik seperti yang dimainkan maestro semisal Mus Mulyadi atau Sundari Soekotjo.

Ya, Keroncong JNCK yang didukung Gede Phaii (vokal, gitar), Yoga Surya (ukulele), Eka Panjul (ukulele), Mang Pur (bass), Eka Saputra (perkusi) memainkan musik keroncong dengan balutan humor, gaya nyeleneh atau bernuansa humor. Sejumlah lagu dari lagu berbahasa Bali sampai lagu barat mereka mainkan dalam balutan musik keroncong dan tetap terkesan ‘kocak’. Menurut Phaii, pentolan grup ini, awalnya mereka cuma ngumpul-ngumpul saja. Kebetulan ia dan dua teman pemain ukulele tinggal di wilayah yang sama, ditambah pemain perkusi dan bass dari Gianyar.

“Kenapa memilih keroncong, kami ingin mencoba yang beda dengan genre lain yang lagi booming. Tahun ini sama seperti tahun lalu, lagu yang mellow, yang nangis-nangis gitu yang booming. Nah, biar gak sama makanya kami memilih kroncong , biar nyeleneh,” jelas Phaii kepada mybalimusic.com di Denpasar, Rabu (28/2).

Meski awalnya hanya iseng untuk meramaikan sejumlah acara, dalam perjalanannya malah terbetuk pemikiran untuk menjadikan Keroncong JNCK sebagai project serius. Bahkan jika saat ini mereka memainkan lagu-lagu milik musisi lain atau hanya cover version, ke depannya akan menggarap lagu sendiri pula. “Kami berpikir untuk serius dengan Keroncong JNCK, karena melihat respon teman-teman yang antusias dan serius dalam bermusik. Untuk lagu karya sendiri pasti kami akan bikin, saat ini masih memilih tema yang pas. Pastinya tetap membawakan lagu kocak,” demikian Phaii. (231)