Album “KMKT”, dari Kritik Sosial hingga Romantisme Percintaan

vit2

Gunggek Vita

SETELAH dua kali melepas single dan mendapat sambutan cukup bagus, akhirnya Gunggek Vita merilis satu album lagu pop Bali yang diberi judul “KMKT”. Album video karaoke ini diluncurkan secara resmi Rabu (21/2) di Happy Puppy Karaoke, Jl. Gatot Subroto Denpasar. Ada 9 lagu yang dipasang di album “KMKT”, selain mengangkat tema sosial juga memuat romantisme percintaan romantis seperti “Numitis Pang Siu” dan “Sinyal Kenceng”. “Tidak  ada target khusus dengan rilis album ini. Selain untuk support Gunggek Vita, ya karena kecintaan kami terhadap lagu pop Bali. Inilah wujud nyata yang kami coba lagukan, bukan sekadar ucapan saja ajeg Bali,” ujar IGN Agung Satria Wibawa dari Vita Record yang memproduseri album ini.

Sementara itu Gunggek Vita punya alasan tersendiri mengapa albumnya ini dirilis dalam bentuk video karaoke, bukan video klip seperti kebanyakan penyanyi lainnya. “Selain untuk lebih memperkenalkan lagu, mengajak penggemar menyanyi bersama sekaligus untuk turut menjaga kelestarian bahasa Bali,” kilahnya di hadapan wartawan, penggemar, dan seluruh pendukung album, juga keluarga besarnya yang turut menghadiri acara.

Soal judul “KMKT”, menurutnya inilah judul yang paling pas dan “menarik” dari sejumlah lagu lain yang sama-sama diunggulkan. Sebagai kependekan dari “Kedeng Menek Kedeng Tuun”, judul lagu ini memang ‘menggoda’ dan bisa mengundang persepsi beragan. Namun Gunggek Vita hanya tersenyum dan mengatakan itu tergantung penilaian masing-masing orang, karena sesungguhnya lagu “KMKT” yang diciptakan Gede Pranajaya justru bermuatan kritik sosial tentang suami yang suka main togel, terlalu sibuk utak-atik rumus pasang angka, hingga malah kerap mengabaikan sang istri.

Meskipun tak ada target muluk-muluk dari rilis album ini, namun Gunggek Vita tak ingin setengah-setengah dalam berkarya. Keseluruhan proses album ini didukung orang-orang kuat di jajaran musik pop Bali. Untuk aransemen musik misalnya, selain satu lagu digarap Gung Dea, selebihnya dikerjakan Dek Arta. Sedangkan penggarapan video klip diserahkan kepada Dodik dan Yasa Sega. Untuk model video klip juga melibatkan seniman ternama seperti Sengap “Celekontong Mas” dan Cerling. Lebih dari itu, ada lima nama pencipta yang menyertakan lagunya di sini, mulai dari De Or, Dek Arta, Gede Pranajaya (yang juga duet menyanyi di lagu “Beli Jonson”) hingga Komang Raka dan AA Raka Sidan. Dengan gaya ciptaan yang berbeda-beda, tak sulit bagi Gunggek Vita menyanyikan, karena lagu selain dipilih sendiri, juga memang diciptakan sesuai karakter vokal dan ciri khasnya.

Di kalangan penggemar lagu pop Bali, biduanita bernama lengkap AA Ayu Advaita Jelantik ini sudah mulai dikenal sejak dua tahun silam, saat pertama kali merilis single “Desah Rayuan” yang diciptakan AA Raka Sidan. Menyusul 2017 lalu ia makin dikenal dengan lagu “Kilangan Kedis” ciptaan De Or. Ibu muda dari seorang putra ini sudah mulai mengawali ketertarikannya pada dunia musik sejak masih umur 7 tahun. Ia pun sempat mengikuti kursus vokal di sanggar  Eka Mahardika Putra, hingga menjajal berbagai lomba menyanyi di radio-radio. Kini di tengah kesibukan sebagai rumah tangga, berkesempatan menjalankan hobi menyanyi sekaligus mengembangkan kiprahnya di dunia rekaman lagu pop Bali. Semua itu tak lepas dari dukungan keluarga dan peran sang suami yang sekaligus memproduseri rekamannya ini. (231)

vit1

Gunggek Vita bersama pencipta lagu, videografer dan pendukung video klip album “KMKT”

vit3

Gunggek Vita bersama sang suami sekaligus model video klipnya untuk lagu “Numitis Pang Siu”