Dua Januadi Ingin Pertahankan Eksistensi

Janu1

Dua Januadi, Tut Asmara dan Tison

BLANTIKA musik pop Bali pernah diramaikan oleh sejumlah penyanyi duo maupun trio. Salah satunya Trio Januadi yang sempat angkat nama di awal periode 2000-an. Ary Kencana, Jaya Pangus dan Tut Asmara tampil dengan corak, gaya tersendiri, yang cukup banyak digemari sampai ke daerah-daerah. Tak heran ketika beberapa waktu belakangan trio ini vakum dan tak menghasilkan karya baru, ada kerinduan dari Tut Asmara sebagai produser sekaligus salah satu personel untuk tetap berkarya.

“Untuk membangkitkan lagi Trio Januadi seperti dulu mungkin agak susah, karena masing-masing personel sudah punya kesibukan tersendiri sekarang. Di sisi lain ada keinginan untuk tetap berkarya di musik, karena itu saya coba munculkan konsep beda, Dua Januadi,” ujar Tut Asmara kepada mybalimusic.com.

Untuk project ini, bukan salah satu dari personel Trio Januadi yang digaet, namun Tut Asmara mengajak salah satu penyanyi muda yang sempat diproduserinya untuk mendukung Trio Kirani, yakni Tison. Dua lagu langsung dirilis, “Ciri-ciri Jatuh Cinta” dan “Soca Utama”. Soal pemunculan Dua Januadi, Tut Asmara tak memungkiri sudah jelas akan sulit menyamai ketenaran Trio Janudi. Terlebih lagi di tengah perkembangan pasar rekaman musik saat ini, yang secara ekonomi jauh dari menguntungkan seperti satu decade lalu.

“Saya kuat tekad membentuk Dua Januadi dan rekaman, semata-mata untuk mempertahankan eksistensi. Penggemar lagu pop Bali tahu kami pernah ada, pernah mengisi memori mereka akan beberapa karya kami, jadi sangat sayang rasanya kalau kemudian apa yang sudah dicapai itu dibiarkan meredup dan hilang begitu saja. Ya niatnya sih, Dua Januadi ini menegaskan kalau kami, saya Tut Asmara dan Tison masih ada di lagu pop Bali dan masih ada semangat berkarya,” pungkasnya. (231)

Janu2