“Kudiang Jani”, Duet Pertama Widi Widiana-Dek Ulik

Widi1

Widi Widiana dan Dek Ulik

SEJAK lama, nama Widi Widiana dan Dek Ulik sudah dikenal sebagai “raja dan ratu” lagu pop Bali. Tak heran bila banyak yang berandai-andai dan berharap bagaimana kalau keduanya menyanyi duet bersama. Meskipun sudah bertahun-tahun keduanya kerap tampil sepanggung, tak kunjung muncul rekaman duet keduanya. Hingga baru Rabu (31/1), pasangan penyanyi ini akan merilis secara resmi lagu dan video klip berjudul “Kudiang Jani”.

Menjawab pertanyaan awak media, mengapa baru sekarang membuat rekaman bersama,  Widi dan Dek Ulik kompak menjawab hanya masalah kesempatan saja. Sebelum ini, cukup lama keduanya sama-sama masih terikat kontrak dengan label berbeda. Dek Ulik ada di bawah naungan Januadi Record, dan Widi Widiana masih ada di Aneka Record. Belakangan keduanya sudah tak ada ikatan kontrak lagi, namun untuk mendapatkan lagu duet yang pas juga tak mudah. Hingga kemudian Tika Pagraky, penyanyi muda yang tengah naik daun baik di Bali maupun secara nasional, menunjukkan lagunya kepada Dek Ulik. Secara langsung penyanyi belia itu menyatakan harapannya agar lagu tersebut dapat dinyanyikan Widi bersama Dek Ulik. “

“Kalau saya sih langsung suka dan pas dengan lagunya. Cuma saya belum tahu, apa Widi mau nggak? Kalaupun Widi tidak mau, saya sudah punya ancang-ancang akan menyanyikannya sendiri. Eh, ternyata setelah didengar, Widi mengiyakan, akhirnya jadi duet. Ini juga seperti mimpi yang menjadi nyata. Saya sudah mengidolakan Bli Tut sejak saya masih kecil, mengimpikan bisa duet, dan sekarang akhirnya terwujud,” ujar Dek Ulik saat temu wartawan untuk memperkenalkan “Kudiang Jani” di Denpasar, Senin (29/1) siang.

“Kami memang punya karakter vokal juga lagu tersendiri, tapi untuk duet ini tak ada masalah. Tantangannya mungkin sebelumnya kami membutuhkan waktu untuk menyesuaikan nadanya agar pas, karena ini untuk pertama kalinya saya duet dengan dia,” terang Widi Widiana.

Soal penyesuyaian itu, Dek Ulik menambahkan, “Bli Tut sudah memiliki karakter dan ciri khas sendiri, begitu juga saya. Tapi justru di sini serunya. Kami belajar untuk saling menghargai pendapat teman duet. Akhirnya kami menemukan kecocokan untuk satu duet tanpa membuang karakter masing-masing. Ya jadi kami berkolaborasi untuk ini.”

Jika sebelumnya di media sosial banyak yang menanyakan soal project rekaman duet ini, baik Widi maupun Dek Ulik masih merahasiakan judul lagunya, bukannya tanpa sebab. Ternyata hingga saat rekaman bahkan usai suting video klip (yang juga dibintangi Tika dan Wira “The Rocktober” sebagai model), lagu tersebut belum ada judul. Setelah meminta pertimbang sana sini, akhirnya Tut Asmara memberikan beberapa alternatif judul. Ditimbang-timbang lagi, akhirnya “Kudiang Jani” yang dipilih sebagai judul, hanya beberapa hari saja sebelum press conference digelar.

“Judul Kudiang Jani kami rasa punya nilai jual, juga mudah dimainkan saat menyusun daftar lagu di panggung. Selain itu juga bisa multitafsir,” jelas Widi Widiana.

Lagu yang aransemen musiknya digarap Dek Artha itu secara umum berkisah tentang “kasih tak sampai” karena masing-masing pihak sudah punya pasangan.  Penggarapan video klip dipercayakan kepada Prime Time dengan sutradara Gunarsa. Meskipun digarap dalam waktu singkat, video klip yang sutingnya berlokasi di karaoke keluarga Happy Puppy ini memuaskan Widi dan Dek Ulik karena konsepnya sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Dek Ulik, karena ini hanya single, pihaknya tidak akan merilis rekaman secara fisik seperti CD. Lagu ini akan disebarkan melalui radio-radio, dan diunggah di media Youtube melalui channel Dek Ulik. Bahkan dalam waktu dekat Widi Widiana juga akan membuka channel sendiri. “Menyikapi perkembangan sekarang, saya rasa kami tidak boleh ketinggalan. Kami juga baru benar-benar terbuka setelah mendapat masukan dari salah satu rekan bagaimana media sekarang seperti channel di Youtube sangat kuat pengaruhnya, bahkan bisa menguntungkan secara materi,” cerita Dek Ulik.

Sejalan dengan itu, Dek Ulik dan Widi Widiana juga mengimbau agar penggemar lagu pop Bali menonton video klip “Kudiang Jani” melalui chanel resmi atau official video yang dirilis oleh penyanyi atau label rekamannya. Hal ini sebagai bentuk dukungan untuk menghargai kreativitas penyanyi dan musisi, mengurangi pembajakan atau pengakuan karya orang lain. “Kasihan dong, sudah capek-capek berkarya, biayanya juga cukup banyak, jadi dukung channel resmi kami,” tukas Dek Ulik. (231)