21 Tahun, Blackened Rilis ”Try to Live”

Blackened1

Blackened, dari kiri ke kanan: Leonk, Komar, Gober

MEMPERTAHANKAN eksistensi satu band bukanlah hal mudah. Apalagi untuk ukuran band indie yang punya tantangan tersendiri. Di deretan band indie Bali, nama Blackened terbilang satu di antaranya yang masih tetap eksis, walau terbilang jarang muncul di publik. Sebagai bukti kalau mereka masih ada, Blackened akan merilis single baru berjudul “Try to Live”. Karya terbaru ini dilakukan dalam satu acara di Twice Bar, Kuta, Jumat (19/1) sekaligus menandai 21 tahun Blackened.

Sebagaimana karya-karya terdahulu, lagu ini pun masih kental dengan nuansa sosial kemasyarakatan. “Tema dari single Try to Live masih tentang kehidupan di sekitar kita, perjuangan hidup yang kadang tidak sesuai dengan harapan, kegagalan yang kadang menghampiri tanpa pernah kita tahu, ya kita harus selalu siap menghadapi,” jelas Leonk, vokalis Blackened kepada mybalimusic.com.

Untuk penggarapan video klip, Blackened menyerahkan kepada sutradara Andy Duarsa. Salah satu bagian adegan juga menggambarkan bullying yang marak akhir-akhir ini. Tak salah jika ada semangat, keinginan kuat bagi Blackened untuk muncul lagi setelah tiga tahun lebih vakum “lagi”.

“Ya mungkin karena ada kerinduan akan masa lalu dari kami bertiga, muncul keinginan untuk kembali aktif di musik, menuangkan ide melalui karya-karya kami, di samping itu juga dorongan dan support dari teman-teman,” tambah Leonk.

Diakui, ada yang berubah dari Blackened dahulu dengan yang sekarang. Salah satunya kedewasaan cara berpikir tiap personel dalam menyikapi satu masalah, dan ini juga yang mempengaruhi hasil karya mereka sekarang di single terbaru “Try to Live”. Dari karakter musik hampir sama dengan yang sudah-sudah, hanya sound-nya dikemas lebih modern untuk mengikuti perkembangan media digital yang pesat kemajuannya saat ini.

Jika lebih dari dua dasawarsa Blackened masih ada dengan personel yang masih sama – Leonx (gitar/vokal), Komar (bass/vokal), Gober (drum) — , menurut Leonk salah sayu kuncinya adalah tetap respek satu sama lain untuk menjaga hubungan. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tidak pernah membedakan satu dengan yang lain, semua sama satu tim.

Blackened yang warna musiknya banyak dipengaruhi grup seperti NOFX, Greenday, dan Ramones ini dibentuk 1 Januari 1997. Sepakat memainkan melodic punk, awalnya Blackened didukung Leonk (vokal, gitar), Lempong (gitar), Oka Cembo (bass), dan Gober (drum). Dalam perjalanannya, Lempong dan Oka Cembo mengundurkan diri, hingga membuat grup ini vakum beberapa saat. Hingga 2001 Leonk dan Gober sepakat mengajak Komar untuk mengisi posisi bass. Maka Blackened pun mulai eksis di kancah musik indie Bali, walau sempat “menghilang” beberapa saat dari peredaran karena Leonk, sang vokalis harus berangkat kerja ke luar negeri. (231)

Blackened2

Blackened