“Lagu Rindu”, Lembaran Baru Tu Edi

tuedirenon

Tu Edi

TU Edi, solois pop Bali, mengawali 2018 dengan merilis single berjudul “Lagu Rindu”. Lagu yang sudah bisa disaksikan di media berbagi seperti Youtube ini menjadi seperti lembaran baru bagi penyanyi yang juga sering disebut Tu Edi Renon ini. Jika sebelumnya dikenal penggemar lagu Bali dengan lagu pop yang kuat dengan cengkok Bali, kali ini ia membawakan lagu pop yang lebih modern dan easy listening. Tidak mengejutkan setelah tahu bila “Lagu Rindu” adalah ciptaan Putu Indra alias Bolo, gitaris sekaligus konseptor band Leeyonk Sinatra.

“Saya suka dengan Lagu Rindu, apalagi setelah menyimak beberapa bagian liriknya seperti ada kalimat diolas mengerti tentang perasaanku, ne berhari-hari slalu mengantosang kamu. Saat rekaman, menyanyikan bagian ini, saya merasa begitu tersentuh, kesannya sangat mendalam,” ujar Tu Edi di sela-sela peluncuran “Lagu Rindu” di Vaspa Café, Denpasar, Rabu (3/12) malam.

Ketika disinggung apakah karena materi lagu itu cerminan dari kisahnya sendiri, atau pernah mengalami serupa, Tu Edi hanya tertawa kecil. Namun yang pasti dengan membawakan lagu ciptaan Bolo dan menjadi bagian dari komunitas Timpal Sederhana, Tu Edi berharap bisa lebih memperluas lagi jangkauan penikmat lagu nyanyiannya. Baginya, menyanyikan lagu pop modern maupun membawakan lagu yang kuat dengan cengkok Bali — seperti saat bergabung di Kencana Pro yang dikelola penyanyi juga pencipta lagu Ary Kencana — sama-sama memiliki tantangan, juga sama-sama memberikan kepuasan tersendiri.

Penyanyi bernama lengkap Putu Ediawan ini mengaku sudah mulai tertarik dengan lagu Bali sejak masih duduk di bangku SD. Penyanyi pop Bali seperti Widi Widiana dan Panji Kuning menjadi favoritnya. Lantaran itu pula, Tu Edi suka mencoba belajar secara mandiri, menyanyi dan olah vokal. Di bawah bendera Kencana Pro pimpinan Ary Kencana, ia sempat merilis sejumlah lagu seperti “Sing Butuh Adi”. Selain menyanyi, ia juga menciptakan sejumlah lagu pop Bali yang ia gunakan sendiri karena kecintaannya terhadap lagu Bali itu sendiri. Ia pun menegaskan akan selalu mencintai lagu Bali, dan tidak menutup kemungkinan untuk selalu dan terus berkarya di lagu Bali.

“Saya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Bali, karena lagu bukan semata mata alunan nada dan lirik. akan tetapi penyampaian pesan yang terkandung di dalamnya. Saya percaya, musik adalah media pemersatu untuk semua kalangan, baik itu anak anak, orang muda dan orangtua. Musik bagi saya adalah sarana pemersatu yang tidak memandang background, suku, ras dan lain sebagainya,” papar pria yang sehari-harinya bekerja di salah satu hotel di kawasan Seminyak ini.

Bagi Tu Edi, menyanyi adalah hobi terindah dalam hidupnya sejak dulu, dan masih setia ia geluti hingga saat ini. Alasannya karena lewat nyanyian, ia dapat bertemu, berbagi dan belajar dengan siapa pun dan kapan pun. “Tentunya saya berharap tetap bisa berkarya dan lagu yang saya bawakan diterima oleh masyarakat luas khususnya di Bali, serta membawa harum nama keluarga. Tanpa restu orang tua dan keluarga, saya bukanlah apa apa,” tandasnya. (231)

tuedir2

Tu Edi dalam “Lagu Rindu”