Ordinary Band : “Sebet” Membawa Berkah

Ordi1

Ordinary Band Bali

BIKIN lagu yang sederhana, enak didengar, mengena di hati pendengar kebanyakan. Prinsip ini kerap diucapkan sejumlah musisi. Prinsip ini pula yang dilakukan Ordinary band. Berawal dari iseng-iseng menggarap lagu sedih berjudul “Sebet” tentang cowok sedih ditinggal pacar karena lebih memilih cowok lain, diam-diam band ini mulai banyak digemari. Siapa sangka pula, dalam waktu singkat, sejak diunggah di channel Youtube18 Maret 2017, hingga saat ini video klip “Sebet” sudah mencapai 4.608.892 viewer. Angka luar biasa ini menjadikan Ordinary sebagai musisi/band lagu pop Bali ke-2 yang video klipnya paling banyak ditonton. Jadilah “Sebet” membawa berkah bagi band yang awalnya dibentuk karena iseng saja.

“Mengetahui hasilnya seperti ini, tentu saja kami sangat bangga. Lagu kami didengarkan saja sudah sangat senang, apa sampai video klip banyak yang menonton, bahkan sampai dibuatkan video cover version. Ini satu kebanggaan bagi kami dari Ordinary. Ya ini juga tidak terlepas dari dukungan orang tua dan teman teman sekitar,” komentar Febri, vokalis Ordinary kepada mybalimusic.com di Denpasar, Jumat (22/12).

Diakui, saat membuat lagu “Sebet”, baik Febri secara pribadi maupun personel Ordinary lainnya tidak pernah memperkirakan lagunya akan disukai atau tidak. Baginya itu bukan tujuan utamanya, terkebih lagi lagu ini sebenarnya dimulai dari keinginan mencoba membuat lagu saja. Kebetulan ada teman yang suka lalu dibuatkan video klip dan dipublikasikan, hingga berlanjut sampai sekarang.

Lagu “Sebet” sejatinya sudah mulai direncanakan sejak tahun lalu, bahkan untuk mewujudkannya sebagai rekaman jadi memakan waktu sekitar 5-6 bulan. Ketika ada ide, lirik lagu dikerjakan, namun saat sumpek atau kurang ide, disimpan dulu. Sampai benar-benar fix, hingga September 2016 lagunya rampung. Judul “Sebet” juga muncul begitu saja karena kebetulan lirik lagunya pada bagian reff ada kata sebet (sedih).

Kesuksesan “Sebet” tak pelak membuat Ordinary makin dikenal luas, hingga tawaran untuk manggung mulai berdatangan. “Tawarannya dimulai dari yang diberi honor, atau hanya ada sebatas konsumsi. Kami selalu menerima, tentu menyesuaikan dengan jadwal kami pas semua personel tidak kuliah,” jelas Febri.

Sejak terbentuk hingga sekarang, Ordinary didukung personel IPutu Febriyasa Suryana (vokal), INyoman Agus Dharmawan (gitar melodi), Dewa Made Sana Putra (gitar ritem), Gede Candra Adnyana (drum/cajon) dan Kadek Restu Yoga Putra Nanda (bass). Cikal-bakal band ini bermula dari keisengan saat Febri dan Dewa yang satu SMA di Buleleng, iseng bermain musik lalu kumpul-kumpul dengan teman-teman. Semasa kuliah di Denpasar, mereka bertemu Dharmawan dan Candra yang berasal dari Karangasem, serta Restu dari Jembrana. Sama-sama punya minat musik, akhirnya mereka sepakat membentuk band.

“Terbentuknya Ordinary ini sedikit gokil. Sebenarnya berawal dari perkumpulan pemain bola saat masih SMA, terlintas keinginan menyalurkan hobi juga di musik selain bermain bola. Lama-kelamaan ada event sekolah buat ngisi acara di situ. Kami mulai belajar manggung dan mulai tekun latihan band,” cerita Febri.

Makin lama makin jauh, hingga saat ini keisengan yang ada sudah berubah totalmenjadi harapan untuk lebih baik. ”Awal mulanya band ini kami masih memakai nama Just Fly, karena saat itu kami masih iseng-iseng saja. Nah, sesaat sebelum membuat lagu Sebet, nama Just Fly kami ganti menjadi Ordinary. Sejak itu pula kami mulai fokus bermusik dan maki jarang bermain bola,” tambah Febri.

Tidak dimungkiri, sukses “Sebet” , yang berawal dari coba-coba saja bisa diterima masyarakat, mendorong personel Ordinary kini serius membuat lagu bahkan punya impian dapat menghasilkan satu album. Ada rencana mereka akan mengeluarkan lagu baru untuk 2018 nanti, aka nada lagu duet juga. “Untuk album masih jangka panjang. Saat ini rencana jangka pendek kami fokus menggarap single kedua dulu, selain fokus study masing-masing personel. Mungkin setelah pertengahan tahun depan baru kami rencanakan penggarapan dan launching mini album,” demikian Febri. (231)

Ordi2

Ordinary Band Bali