Ini Dia, Video Klip Lagu Bali Terbanyak Ditonton 2017

fotoJIKA sampai saat ini masih ada yang mengeluhkan, menyebut kancah lagu pop Bali mengalami kelesuan, dengan tegas bisa dijawab, salah besar. Diukur secara ekonomis dari industri rekaman, jualan rekaman dalam bentuk fisik seperti kaset, CD, VCD atau DVD, memang benar mengalami penurunan drastis. Namun itu bukan hanya menimpa lagu pop Bali, tapi industri rekaman secara global.

Bahwa kelesuan pasar itu juga mempengaruhi minat, kreativitas para musisi dan penyanyi lagu pop Bali dalam berkarya, juga tak sepenuhnya benar. Sebagai bukti, kini makin banyak musisi dan penyanyi yang merilis rekaman secara swadaya. Selain sejumlah nama artis lagu pop Bali lama yang masih aktif berkarya, tiap saat ada saja bakat-bakat baru bermunculan, baik penyanyi solo maupun band. Hasilnya pun bisa dikatakan luar biasa dan banyak kejutan.

Fakta akan hal itu bisa dilihat misalnya dari sejumlah rekaman lagu baik dalam bentuk album atau single yang dirilis tahun 2017, banyak yang mendapat sambutan bagus, dan sebagian di antaranya malah diisi atau diwarnai wajah-wajah baru. Salah satu parameter yang menunjukkan itu, bagaimana video klip penyanyi dan band lagu pop Bali yang diunggah di media berbagi seperti Youtube berhasil meraih viewer atau jumlah pengunjung/penonton tidak hanya dalam angka ribuan, tapi mencapai satu juta lebih.

Data yang dikumpulkan mybalimusic.com mencoba mencatat video klip lagu Bali yang dirilis periode Januari-Desember 2017. Belasan judul disaksikan lebih dari satu juta viewer, bahkan empat besar mencatat angka dua juta lebih viewer. Satu fenomena menarik yang pantas dicatat, dua peringkat teratas malah diisi pendatang baru yang mungkin tak pernah diperhitungkan. Capaian luar biasa bagi Masekepung, grup asal Gianyar yang sejak awal tahun “meracuni” benak penikmat lagu dengan tembang mereka yang memasukkan unsur genjek, “Tuak adalah Nyawa”.

Meskipun secara materi lagu “Tuak Adalah Nyawa” juga banyak mengundang  kritik karena dianggap membudayakan minuman beralkohol, tak bisa dimungkiri, lagu inilah yang terbanyak disaksikan di channel Youtube. Hingga data ini disusun Jumat (22/12), jumlah viewer ”Tuak Adalah Nyawa”mencapai 5.943.754 . Padahal video klip yang diunggah 20 Februari 2017 ini adalah video “iseng” yang digarap ala kadarnya. Respons luar biasa mendorong Masekepung menggarap video klip yang lebih baik secara professional, dan dirilis 24 April 2017. Video klip versi ulang ini juga mencapai viewer tak kalah banyak, sejumlah 1.703.084.

Kejutan juga terjadi pada peringkat kedua, yang ditempati band underdog, Ordinary Bali band. Band yang diawaki sejumlah  mahasiswa ini awalnya iseng saja merekam satu lagu berjudul “Sebet” dalam format akustik. Siapa sangka setelah diunggah di Youtube 18 Maret 2017, sampai saat ini lagu tersebut sudah mencatat angka 4.608.892 viewer. Tentu saja hasil ini menjadi kejutan luar biasa bagi band yang dinaungi Istana Production ini. Apalagi lagu “Sebet” juga beberapa kali di-cover oleh sejumlah viewer.

“Apakah sebelumnya kami memperkirakan lagu ini akan disukai atau tidak, itu sebenarnya bukan tujuan utama. Dibuatnya lagu ini sebenarnya bermula dari keinginan mencoba membuat lagu saja, lalu di-publish oleh teman teman dan akhirnya berlanjut sampai sekarang,” komentar Febriyasa Suryana, vokalis band Ordinary.

Menyusul Ordinary, di peringkat ke-3 ada Tika Pagraky yang merilis single “Suba Ngelah Pengganti”. Dirilis 23 Juni 2017, lagu ini berhasil mencatat 3.158.886 viewer. Tika tak hanya kian angkat nama lewat lagu ini. Lagu “Takut Kehilangan” yang dinyanyikannya bersama Rocktober Band juga mencapai viewer cukup banyak, 1.472.981 dan menempati peringkat ke-6.

“Pendatang baru” yang juga berjaya adalah Lebri Partami. Dengan single pertamanya “Tresna Terlarang”, biduanita belia ini menempati peringkat ke-5 dengan raihan 1.534.258 viewer. Lebri yang berduet dengan Jun “Bintang” menempatkan dua lagunya, “Sayang” di peringkat ke-7 dengan 1.44.222 viewer dan “Jodoh” di peringkat ke-8 dengan 1.440.222 viewer. Awal yang baik juga dibukukan band Harmonia, yang bermodal lagu “Pejalan Tresna” (featuring Rusmina Dewi), menempati peringkat ke-11. Video klipnya yang dirilis 28 Agustus 2017 secara cepat sudah mencapai 1.166.673 viewer.

Selain nama-nama gress tersebut, sejumlah penyanyi dan grup band yang sudah punya nama sebelumnya juga masih membukukan catatan yang baik. Sebut misalnya Joni Agung & Double T., yang menempatkan video klip “Manis Manesin” di peringkat ke-4 terlaris dengan jumlah 2.040.669 viewer. Tentunya ini sepadan dengan kesibukan mereka sebagai  grup band reggae yang sangat padat jadwal manggungnya sepanjang tahun ini.

Motifora yang sepanjang 2016 merajai dengan lagu seperti “Ngalain Tresna”, tahun ini masih bergigi, dengan menempatkan lagunya “Sukla – Suksma Lan Astungkara” di peringkat ke-9 dengan raihan 1.306.564  viewer. Disusul oleh Bayu Cuaca yang juga masih jadi perbincangan di tahun 2017 dengan lagunya “Ngeling Sambil Manting”. Dua belas besar video klip lagu pop Bali yang paling banyak disaksikan di-channel Youtube ditutup dengan lagu “Tresna Ngemasin Tiwas” dari Lolot band. Video klip yang dirilis 20 Maret 2017 ini sudah mencapai angka 1.017.126  viewer. (231)

Lagu ok