Gembira Sampai Muntah Bersama SOB

SOB2

SOB, dari kiri ke kanan: Dede (manajer), Eka “Poglax”, Eka “BoCare”, Nova dan Arx

KETERBUKAAN dan saling memaklumi karakter maupun kesibukan masing-masing. Kiranya inilah yang menjadi kunci bagi band Scared of Bums (SOB) untuk tetap solid selama 14 tahun lebih berkiprah di dunia musik khususnya Bali. Bahkan selama itu pula, band ini terbilang sangat minim catatan berganti personel. Hingga saat ini mereka masih awet didukung Eka BoCare (gitar, vokal), Arx (bas, vokal latar), Nova (drum), dan Eka Poglax (gitar, vokal latar).

Meskipun mengaku punya banyak impian atau target, namun SOB tidak begitu terlihat ngotot dalam berkarya. Setelah sekian lama meramaikan panggung musik di Bali dan sekitarnya, inilah saatnya SOB mengajak penggemar, teman, atau siapapun yang ingin tahu lebih jauh kisah “di balik layar” mereka dengan merilis satu film dokumenter yang diberi judul “Bergembira Sampai Muntah”.

“Mengapa film dokumenter, karena kalau merilis video konser, itu sudah biasa. Lewat film documenter ada banyak hal-hal lain di luar panggung yang kami ungkapkan. Jadi kalau sebelum ini banyak yang nanya ini itu tentang SOB, jawabannya ada di sini,” jelas Nova kepada awak media saat temu wartawan untuk pemutaran perdana film dokumenter SOB di Kubukopi, Denpasar, Rabu (6/12).

Dijelaskan, “Bergembira Sampai Muntah” yang dapat dimaknai sebagai ungkapan untuk meluapkan kegembiraan habis-habisan, tak hanya menceritakan sisi lain dan keseharian personel SOB, namun juga komentar orang-orang yang mendukung SOB sedari awal hingga saat ini, mulai dari teman, manajer, mantan personel, kru band, hingga orangtua masing-masing yang mengungkapkan pendapat dan pandangan mereka tentang personel SOB sedari kecil hingga soal dukungan dalam bermusik. “Melalui film ini kami ingin menyampaikan kalau kami bisa jadi seperti sekarang, tak lepas dari dukungan banyak pihak. Tanpa mereka kami takkan jadi apa-apa,” tegas Nova.

Film documenter tersebut juga memuat behind the scene tur-tur Scared Of Bums ke manca negara juga behind the scene pembuatan video klip-video klip SOB. Selain film documenter yang digarap sutradara Eric Est. SOB juga merilis satu video klip baru untuk lagu “Kepalkan Tangan Kiri” yang turut menampilkan Bobby “SID”. Meskipun lagu bertema sosial kemasyarakatan yang menyuarakan semangat perjuangan untuk melawan ketidakadilan ini sudah cukup lama, ada di album ke-2 SOB yang dirilis 2013, namun baru sekarang dibuatkan video klip. Bukan kebetulan pula, momentumnya dianggap pas, setelah melihat munculnya beragam masalah sosial di berbagai daerah di Indonesia seperti kasus pembangunan pabrik semen di Kendeng, Jawa Tengah, hingga gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Bali.

Baik film dokumenter “Bergembira Sampai Muntah” maupun video klip “Kepalkan Tangan Kiri”, akan diluncurkan secara resmi saat SOB tampil di acara Pamuke Festivak di area parker Banjar Kedaton, Denpasar, Jumat (8/12). Festival ini diselenggarakan oleh Persatuan Angkatan Muda Kedaton (ST. Pamuke) selama tiga hari berturut-turut hingga  9 Desember.

Sebagai band yang mengidolakan grup semacam Sum 41, SOB punya jam terbang cukup banyak setelah menjelalah berbagai panggung musik – termasuk mengisi album kompilasi seperti Rock After School Compilation (2006), LA Light Indie Fest Compilation (2007), Green Monster Compilation (2009). Grup yang mantap menunjukkan diri sebagai band yang memang layak diperhitungkan tak hanya di panggung musik di Bali, namun juga nasional bahkan Asia Tenggara ini merilis album pertama self titled Scared of Bums (2007), dan album kedua “Lets Turn on a Fire” di tahun 2013. (231)

SOB1

Pemutaran film dokumenter SOB, “Bergembira Sampai Muntah”