Yang Terbaik dari Tri Puspa

TripDI jajaran biduanita lagu pop Bali, nama Tri Puspa termasuk wajah lama. Mulai terlibat rekaman sejak 2002, dan masih aktif hingga saat ini. Wajar kalau kemudian ia memberanikan diri merilis album kompilasi lagu-lagu terbaiknya. Album yang dikemas dalam format VCD berjudul “Hitz Terbaik” mulai diedarkan sejak pekan lalu.

Ada 12 lagu yang terangkum di album baru Tri Puspa ini, yang materinya diambil dari  lagu-lagunya yang pernah popular, ditambah dua lagu baru “Peneduh Hati” (ciptaan Tunick “Motifoa”) dan “Muani Pilihan” (ciptaan Yan Tawan). Termasuk di dalamnya satu lagu baru “Bojog Meenci” yang dinyanyikan sang suami, Bayu Thakur.

Astungkara tahun 2017 ini, dengan banyaknya masukan dari teman-teman, saya kumpulkan lagu yang pernah saya rekam menjadi kumpulan hits terbaik Tri Puspa,” ujar Tri Puspa.
Selain sebagai satu persembahan untuk penggemar lagu berbahasa Bali, Tri Puspa juga berharap ke depannya masih tetap bisa menghadirkan karya baru untuk menghibur masyarakat. “Ya semoga lagu-lagu berbahasa Bali makin diminati. Harapan ke depan pastinya album kedua bisa segera rampung, dan penjualan albumnya juga laris manis. Penyanyi di Bali saat ini memerlukan modal yang lumayan besar untuk pembuatan satu album. Jadi hargailah seniman kita lewat gerakan say no to Gratis Sik,” ucapnya.

Penyanyi kelahiran Jembrana, 7 Juli 1985 ini mulai gemar menyanyi sejak kecil, diawali dari sering ikut lomba vokal. Hingga 2002 ia bertemu dengan produser Dek June, yang menawaronya rkesempatan masuk dapur rekaman di Intan Dewata Record. Saat itu Tri Puspa duet dengan penyanyi De Balon. Hanya karena saat itu ia masih sekolah dan jarak tempat tinggal yang jauh, ia tak bisa terlalu fokus dengan hobinya ini.

“Saya memang mencintai budaya dan seni Bali dan kebetulan hobi menyanyi. Jadi saya rasa ga ada salanya mencoba melestarikannya lewat seni suara. Apalagi sejak kecil memang suka megeguritan dan makekawin,” cerita Tri Puspa yang juga tetap mempelajari lagu berbahasa Indonesia dan lagu Top 40, karena sewaktu-waktu mengisi acara seperti hajatan orang kawin, ada cukup materi lagu untuk dinyanyikan.

Sempat vakum dari dunia tarik suara, baru di tahun 2007 Tri Puspa muncul lagi di album kompilasi Ngurah Gita. Disusul album penyanyi Langlang Buana (2008), serta merilis single “Muani Playboy” (2009). Berlanjut 2011 ia bergabung di Harta Pro di album dedari.com volume 2 dengan menyanyikan lagu “jantung hati” dan “Celek Dogen”. Pertemuannya dengan Yan Tawan, pencipta dan penyanyi lagu pop Bali dari Tolai, Sulawesi, membawanya rekaman kembali untuk lagu “Tresna Pilar Utama”, “Sampun Polih Rejeki”, “Kecampakang”, “Muani Pilihan”, “Singgah di Hati” dan yang terbaru “Beli Tusing Buat Tiang”. (231)