“Kubu Carik” Persembahan Si Pohon Tua

PohonKETIKA bermain musik untuk grup Navicula, musisi ini dikenal dengan nama singkatnya, Dadang. Begitu melakoni project baru bersama Dialog Dini Hari, Dadang juga dikenal dengan nama ‘baru’, Pohon Tua. Meski demikian tetap saja di album dan penampilan baik bersama Navicula atau Dialog Dini Hari, nama yang dipakai tetap Dadang. Nah, menutup 2017 ini, Pohon Tua muncul sendiri. Ya, Pohon Tua alias Dadang baru saja merilis solo project, satu album yang diberi judul “Kubu Carik”.

Menariknya, album ini sendiri sebenarnya sudah diproduksi dua tahun silam. Karena satu dan lain hal, baru 17 November lalu album ini secara resmi diperkenalkan ke public dan dirilis secara digital di sejumlah kanal musik seperti iTunes, Apple Music, Spotify dan sejumlah tempat lainnya. Dikatakan, “Kubu Carik” yang memuat delapan lagu merupakan tabungan lama dalam sebuah fase musikal yang dijalani Pohon Tua bersama Eko Prabowo. Di tahun 2015, proyek ini dimulai dan respon antar dua manusia seni beda disiplin ini berlarian ke arah masing-masing.

“Awalnya dulu Eko membuat buku prosa tentang Pohon Tua. Saya iseng merespon dengan satu skesta lagu. Ternyata responsnya menarik dan jadi keterusan. Akhirnya dari satu sketsa itu berkembanglah menjadi delapan materi di Kubu Carik ini,” tuturnya.

Soal kiprah solonya ini, dua personel Dialog Dini Hari lainnya, Denny Surya dan Zio tak hanya mendukung, malah bertindak sebagai co-producer untuk album ini. Menurut Pohon Tua, dukungan yang memberi ruang untuk cerita supaya bisa bersinergi dengan baik itu, terbukti menjadikan materi rekaman di album “Kubu Carik” menjadi makin kuat.

“Ada hubungan juga dengan periode dua bulan lalu ketika Zio merilis album solonya. Itu jadi semacam pemicu untuk diselesaikannya proyek ini. Saya merilis Kubu Carik saat ini bersama Rain Dogs Records sekaligus supaya bisa konsentrasi ke proyek selanjutnya. Setelah ini, kami akan fokus menggarap materi baru Dialog Dini Hari,” terang Pohon Tua.

Ada 10 lagu di album yang dirilis di bawah bendera Rain Dogs Records ini, dibuka dengan “Kancil”, “Matahari Terbit”, “Jika Sesekali”, “Hey Ya (Kubu Carik)”, ”Suku Bajo (Padang Lamun)”, ”Hari Ini, Esok Hari”, “Ku Harus Tetap Hidup”, dan “Bisik Laut”.

Pohon Tua menambahkan, tak ada alasan khusus kenapa album solo “Kubu Carik” dibuat. Bagi Pohon Tua, titik berat Kubu Carik lebih pada kolaborasinya dengan Eko Prabowo. Lagu-lagunya harus menemukan jalannya sendiri kepada pendengar, dan itulah yang ingin dicapai dari album ini. (231)