Sunda Kecil “Kangen”, Kain Bekas pun Berguna

SK2

Grup band Sunda Kecil, dari kiri ke kanan: Dede, Gusti, Arya, Edie, dan Wawan

KREATIVITAS tanpa memang tanpa batas. Asal ada ide dan kemauan, keterbatasan biaya bukan halangan dalam berkarya. Hal dirasakan betul oleh grup band Sunda Kecil, yang baru saja memperkenalkan single terbarunya, “Kangen”. Selain tampil di acara Locally Session di salah satu tempat  hiburan di Kuta, Selasa (28/11) malam, grup band yang membawakan lagu berbahasa Bali ini juga memperkenalkan video klip “Kangen” kepada awak media di Renon, siang harinya.

Lagu “Kangen” yang menceritakan kegelisahan seorang pria yang sudah lama tak bertemu dengan pujaan hatinya, divisualisasikan dalam satu video klip apik. Menurut Gusti Bayu, produser sekaligus pemain keyboard Sunda Kecil, mereka ingin berkarya secara sederhana dengan materi lagu yang mudah diterima masyarakat. Bernuansa putih romantis dengan sedikit kesan sensual, video klip Sunda Kecil ini ternyata menyimpan banyak cerita di balik layar pembuatannya.

Menurut Gusti Bayu dari Supercond Music sebagai produser, kendala yang paling utama tentu saja masalah biaya. Hanya karena besarnya semangat untuk berkarya, personel Sunda Kecil beserta videographer dan para model pendukung rela bersusah payah tanpa memperhitungkan bayaran. Tak hanya itu, untuk kelengkapan suting, selain pakaian putih-putih untuk grup band dan model, mereka juga membutuhkan banyak kain putih lebar untuk alas dan latar. Alhasil, kain bekas dan layar untuk hajatan pun mereka manfaatkan.

“Awalnya ada lima model perempuan yang direncanakan turut dalam pengambilan gambar. Namun yang datang hanya bertiga, kami siasati adegannya. Kami tak mungkin memaksa yang dua lagi harus datang, karena kami akan menyerah tak bisa berkata apa kalau disinggung memangnya kami bisa bayar berapa?” ujar pria yang juga menjadi pemain keyboard Sunda Kecil.

 “Kangen” menjadi single kedua yang digarap band Sunda Kecil, sejak awal grup ini terbentuk beberapa tahun silam. Lima tahun lalu, mereka sudah pernah merekam single berjudul “Mbok” meskipun belum sempat dibuatkan video klip. Menariknya, saat lagu itu direkam, band ini belum punya nama. Mereka hanya sering ngumpul dan main bersama, namun tanpa nama. Nama Sunda Kecil (sebutan untuk pemerintahan di Bali tempo dulu dengan pusat pemerintahan di Buleleng) baru mulai digunakan sejak Juni lalu saat band ini mulai menggarap rekaman baru. Niatnya, mengangkat spirit perjuangan rakyat Buleleng sekaligus menjadikannya sebagai inspirasi. “Kami berharap Sunda Kecil bisa tampilkreatif dan inovatif dalam bidang musik, sebagaimana pejuang tempo dulu menunjukkan semangat dan kegigihannya,” ujar Emilia, manajer Sunda Kecil.

Grup band asal Singaraja ini didukung sejumlah musisi yang sudah berpengalaman di dunia musik, dengan formasi Arya Suarnata (vokal), Edie (gitar), Dede (bass), Gusti (keyboard), dan Wawan (drum). Pemunculan Sunda Kecil kian menambah daftar musisi dan grup band dari Singaraja yang yang potensial dan pantas diperhitungkan secara luas. Selain meluncurkan video klip di Kuta, mereka juga akan tampil di pembukaan acara Denpasat Teknologi dan Informatika Festival (D’Tik Fest) di taman kota, Lumintang, Kamis (30/11). Setelah single “Kangen”, rencananya ke depan mereka akan menggarap album yang ditargetkan rilis 2018. (231)