Ketika Nostress Jadi Bukan Nostress

Nos1

Nostress

MERILIS album “berseri” bukan hal baru bagi musisi dalam maupun luar negeri. Sebut misalnya Ebiet G. Ade yang secara konsisten merilis album “Camelia” I-V dalam kurun waktu tertentu. Serupa dengan itu, band asal Bali, Nostress juga punya ide untuk membuat rangkaian karya yang masih senafas, sejak mereka pertama kali merilis rekaman tahun 2011. Muncullah “Perspektif Bodoh I” (2011), “Perspektif Bodoh II” (2014), dan yang digadang-gadang akan keluar 2016 namun tertunda hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan dirilis.

Menariknya, belum lagi album tersebut tuntas dan siap dipublikasikan, justru Nostress memunculkan satu karua baru lainnya. Lebih menarik lagi, mungkin karena “bukan” rangkaian dari Perspektif Bodoh, trio Man Angga, Kupit dan Cok sepakat  tidak ingin menyebut karya baru mereka ini sebagai album Nosstress. Jadilah satu album yang diberi judul “Ini bukan Nostress”. Untuk membuktikan itu, mereka pun mencoba menghadirkan komnsep karya baru. Hanya karena dengan personel sama persis, menjadi muskil bagi penikmat musik yang sudah mengenal Nostress untuk mengiyakan ini bukan Nostress.

Lalu di mana bedanya “album sisipan” ini dengan karya Nostress sebelumnya? Ada yang unik memang, masing-masing personel mencoba hadir sendiri-sendiri. Masing-masing menciptakan lagu kemudian menyanyikannya sendiri, tidak lagi bertiga. Rupanya inilah yang membuat mereka kekeuh tidak ingin menyebut album ini sebagai bagian dari album Nosstress.

“Seharusnya tahun ini atau tahun lalu, adalah waktu bagi Perspektif Bodoh menjadi trilogi. Tapi sepertinya kami belum siap untuk membuat lagu bersama. Kami sebagai musisi, setidaknya harus tetap siap membuat lagu masing-masing, bagi diri sendiri,” kata Angga.

Di album “Ini bukan Nostress” ada 9 lagu yang disuguhkan Angga, Kupit dan Cok yang masing-masing dari mereka menelurkan 3 buah lagu. Di luar mereka, turut andil, turut ambil bagian sejumlah sahabat musisi yang ikut menuangkan kebolehannya, seperti Dadang SH. Pranoto (Dialog Dini Hari, Navicula) yang juga berperan sebagai produser album ini, Deny Surya (Dialog Dini Hari), Sony Bono (Nymphea), Wayan Sanjaya, Windu Estianto (Supersoda), FendyRizk dan Dony Saxo.

Setelah dirilis lewat iTunes, Spotify, Deezer, Joox, dan format digital lainnya, pada 3 Oktober 2017 yang lalu, Ini Bukan Album Nosstress juga akan dirilis secara fisik. Saat ini fisik album tersebut pun tengah dalam proses produksi. Begitu juga dengan launching concert yang masih dalam tahap perenungan, kapan, di mana dan bagaimana akan terjadi.

Sekali lagi, seakan ingin meyakinkan bahwa album ini bukan album Nostress, Angga menegaskan “Ini Bukan Nosstress” adalah album di mana ketika para zat pembentuk Nosstress tengah bekerja sendiri, sebelum siap kembali bersenyawa satu dengan yang lainnya.  Karenanya meskipun banyak yang menyarankan ini untuk tetap sebagai album Nosstresss, Angga, Kupit dan Cok tetap pada pendirian mereka, “Ini Bukan Nosstress. (231)