Budjana Tur Lima Negara di Eropa

bbbbJIKA didata, sesungguhnya banyak musisi dan penyanyi Indonesia yang berkesempatan tampil, manggung atau mengisi pentas di luar negeri. Namun tidak semuanya berkesempatan benar-benar unjuk kebolehan di pentas besar dengan publik atau penonton orang setempat, karena tak sedikit juga penyanyi atau musisi Indonesia yang main di luar negeri hanya disaksikan orang Indonesia yang ada di sana. Hal ini yang ditegaskan Dewa Budjana kepada mybalimusic.com, sehubungan dengan rangkaian turnya di sejumlah Negara di Eropa sepanjang Oktober ini.

“Yang jelas ini bukan acara manggung-manggung di konsulat atau Kedutaan Besar Indonesia yang ada di luar negeri,” ujarnya.

Ya, Budjana akan tampil dalam satu rangkaian tur bersama sejumlah musisi asing dengan bendera Meier Budjana Group. Selain Budjana, ada Nicoles Meier (gitaris Inggris), Jimmy Haslip (pemain bass dari Amerika), Asaf Sirkis (drummer jazz dari Israel), dan satu lagi musisi dari Indonesia, Saat Syah atau biasa dipanggil Bang Saat (peniup seruling). Mulai 5 hingga 21 Oktober mereka akan melakoni sekurangnya 14 pertunjukan di lima Negara di Eropa, mulai dari Inggris, Belanda, Belgia. Swiss, dan Jerman.

Bagi Budjana sendiri, secara pribadi rangkaian tur kali ini sangat penting artinya terutama. “Ini hal bagus tentunya, melihat dari karya-karya saya yang sudah edar di luar negeri sebelumnya. Ini kesempatan langka diajak duo tour dengan gitaris Nicolas Meier yang lama ada dalam bandnya Jeff Beck. Kebetulan album saya Zentuary dan album Nicolas yang berjudul “Infinity” ada di label yang sama, Favored Nations, punyanya Steve Vai,” jelas Budjana.

Ditanya soal persiapan untuk tur kali ini, Budjana mengatakan nantinya mereka akan latihan bersama di London. Namun sebelum berangkat ke luar negeri ia latihan sendiri. “Persiapan lain ya cari pengganti buat di GIGI selama saya tur,” tambahnya.

Sebagai grup multinasional karena didukung musisi andal dari berbagai Negara, Meier Budjana grup disebut-sebut bakal menyuguhkan satu penampilan yang unik. Selain melampaui batas gaya dan budaya, suguhan musik jazz progresif dengan memasukkan perpaduan corak Timur Tengah dan Asia Tenggara tentunya juga menunjukkan sejauh mana eksplorasi para pendukungnya. (231)