SoundrenAline, Komitmen untuk Satu Momentum

sound

Novrial Rustam (tengah) bersama Stars & Rabbit dan Bottlesmoker, salah satu pengisi SoundrenAline 2017

AJANG musik tahunan terbesar di Tanah Air, SoundrenAline digelar kembali 9 dan 10 September. Untuk ketiga kalinya, berturut-turut, even ini digelar di Bali. Ini membuktikan makin kuatnya keinginan untuk menjadikan SoundrenAline sebagai satu trademark, even yang ikonik, dan areal Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai tempat penyelenggaraan acara. “Kenapa SoundrenAline akhirnya tetap di satu kota saja, ini karena kami ingin membuat satu momentum,” ujar Novrial Rustam managing director Kilau Indonesia sebagai penyelenggara.

Hingga saat ini, SoundrenAline tercatat sebagai event musik besar yang digelar secara konsisten sejak 2003. Acara ini hanya sempat sekali “absen” di tahun 2010. “Kenapa bisa konsisten sampai gelaran ke-15 tahun ini, ya ini sebagai bentuk komitmen kami dan brand A sebagai pendukung acara terhadap industri musik,” tambah Novrial Rustam.

Soal pilihan Bali sebagai tempat “tetap” penyelenggaraan SoundrenAline tentunya setelah melalui berbagai pertimbangan. Selain Bali sudah dikenal secara luas hingga ke mancanegara, ini juga sebagai pembuktian jika di Bali juga penuh dengan penikmat musik. Sehingga SoundrenAline bisa menjadi tempat penikmat musik untuk melepaskan dahaga. Walau acara utamanya hanya di Bali, namun SoundrenAline juga menjadi milik penikmat musik di seluruh tanah air. Karenanya jauh-jauh hari sebelum acara, telah digelar serangkaian pementasan bertajuk Road to SoundrenAline di 50 titik di berbagai kota di Indonesia.

Tahun ini, SoundrenAline mengambil tema “United We Loud”. Lewat tema ini, acara tak hanya ingin memuaskan penikmat musik dari berbagai genre, namun juga menyuarakan kreativitas. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan sejumlah pekerja kreatif termasuk seniman mural dari beberapa kota di Indonesia yang ambil bagian dengan menggarap proyek seni mural yang dipamerkan di arena SoundrenAline.

Di jajaran pengisi acara, lebih dari 70 penampil akan mengisi pertunjukan selama dua hari di empat panggung. Termasuk di dalamnya empat band dari luar negeri — Jet, Mew, Dashboard , dan Cult — Sembilan project kolaborasi musisi Tanah Air serta sederetan musisi dari Bali seperti Lolot, Joni Agung & Double T., Nanoe Biroe, Navicula, Dialog Dini Hari, Scare of Bums, The Hydrant. Bercermin dari pengalaman tahun lalu, pihak penyelenggara berupaya melakukan perbaikan dari sisi ticketing untuk memperlancar alur serta kenyamanan penonton. (231)

H1

H2