“Reinkarnasi” Lagi, AMS Rilis Lagu Sendiri

AMS2

Ade Karang, pentolan AMS

DI antara sekian banyak ragam musik yang ada dan masih sering dimainkan, mungkin hanya ada beberapa saja aliran yang dikenal dan diikuti generasi sekarang. Bagaimana dengan progressive rock? Genre yang satu ini memang tidak setenar juga tidak segemerlap genre lain yang masih banyak pemainnya. Namun demikian salah jika mengatakan progressive rock sudah tidak ada lagi. Ya, setidaknya nafas progressive rock masih ada, dan itu diwakili oleh grup AMS. Senin (28/8) malam, merilis lagu sendiri berjudul “Reincarnation” di La Kul Kul, Denpasar.

Ade Karang, vokalis juga bassist AMS sebagai motor grup ini mengatakan, memang progressive rock tak bisa dilepaskan dari kesan lawas, pemainnya pun adalah musisi-musisi “senior”. Tak heran bila banyak musisi remaja sekarang menyimak aliran ini mengatakan progressive rock cenderung rumit dan susah. Hingga banyak yang memilih untuk tidak membawakannya. “Kenapa kemudian AMS mencoba tetap eksis, salah satunya ya untuk menunjukkan progressive rock masih ada. Kalau menyebut grup yang main pop rock misalnya, banyak. Jazz, banyak. Progressive rock? Ada juga, ya AMS ini,” ujar Ade Karang bersemangat.

Ade tak memungkiri, musisi lawas seangkatannya banyak yang lebih memilih fokus untuk bermain, mencari nafkah dari musik, tak terpikir untuk menghasilkan karya sendiri dan merekamnya. Jika kemudian ia sendiri masih semangat untuk dapat menghasilkan setidaknya satu rekaman, semata-mata sebagai bukti, sebagai tanda kalau ia bersama AMS punya “peninggalan” satu karya. Hal ini bercermin dari banyaknya grup band lawas yang mumpuni dalam permainan, namun hingga puluhan tahun bahkan sampai bubar, tak pernah menghasilkan satu pun karya sendiri.

“Tujuan saya dan kawan-kawan di AMS berkarya bukan untuk mencari ketenaran, ini sebagai pembuktian eksistensi kami dalam bermusik. Soal nanti diterima dan ada pengakuan dari penikmat musik, ya lain lagi,” tambah Ade Karang.

Dijelaskan, single “Reincarnation” sebenarnya sudah dipersiapkan sejak dua tahun silam, ketika AMS mencoba bangkit dengan formasi baru. Justru setelah rekaman berjalan, ada kesulitan dalam menyatukan personel karena kesibukan masing-masing. Hingga fase “reinkarnasi” ke-3 tahun ini, Ade Karang bulat tekad rekaman harus kelar dan bisa dipublikasikan. Rilis single “Reincarnation” tak dimungkiri pula sebagai test case, bila respons bagus, bukan tak mungkin akan berlanjut dengan menggarap satu album.

Awalnya, AMS muncul 1986 dengan nama Kamalasana dengan formasi Ade Karang (vokal, bass), merta (gitar), dan Gusde Ram (drum). Sedari awal mereka sudah memainkan progressive rock yang memang menjadi ciri grup ini, dengan banyak memainkan lagu-lagu Rush, salah satu band kenamaan dari Kanada.

Permainan grup ini menarik minat Sigit (kala itu drummer La Barong), hingga muncul keinginan main bersama. Kamalasana kemudian menjelma menjadi AMS (Ade, Merta, Sigit) dan pertama kali manggung 1987di acara Jubileum Perak Fakultas Kedokteran Unud. Sejak saat itu AMS dikenal sebagai pionir progressive rock di Bali dankerap tampil dalam berbahai acara di Bali hingga Jawa Timur. Ketika 1990 Merta hijrah ke Jerman, posisinya sempat digantikan oleh Sinyo. Saat 1991 Ade Karang memutuskan ke Amerika menempuh pendidikan musik di sana, AMS menghilang dari peredaran.

AMS “reuni” lagi 1998 dengan formasi semula, Ade, Merta danSigit. Tak berlangsung lama, grup ini kembali vakum. Akhirnya 2005 saat Ade kembali dari Jakata, ia membentuk komunitas band indie dengan nama  Prog. World. Hingga akhirnya Ade memutuskan merekrut musisi muda untuk membentuk kembali AMS. Meskipun beberapa kali sempat “reuni” dengan formasi asli, dalam dua tahun terakhir AMS memang lebih sering tampil dengan formasi baru. Untuk “reinkarnasi ke-3” saat ini, AMS didukung formasi terakhir Ade Karang (vokal, bass), Agus Sonor (gitar), Mahmud Yunus ()drum), dan additional player, Sugi Azuka  yang memainkan synthesizer. (231)

AMS1

Penampilan AMS saat rilis lagu “Reincarnation”, Senin (28/8) malam