Dek Arya Pilih “Bermain Cantik” saja

Dek Arya
Dek Arya dan Dewi Pradewi

SEPERTINYA membawakan lagu dengan judul berkulit dan isi lagu yang mengundang banyak pemahaman sudah menjadi ciri khas Dek Arya. Jika beberapa waktu lalu ia dikenal dengan hits “Uwek Gigis”, belum lama ini ia memperkenalkan satu lagu baru berjudul “Bermain Cantik”, duet bersama Dewi Pradewi. Lagu ini sekaligus menjadi judul mini album yang juga didukung penyanyi Romi Lembong dan Tut King Laguna. Selain itu Dek Arya juga menyanyikan lagu “Bin Cepok Gen”, “Kas Bon”, dan “Bes Tepuk”.

Menurut Dek Arya, bermain cantik bisa diartikan banyak hal. Misalnya saja bermain cantik dalam pekerjaan, untuk mendapatkan suatu jabatan, tentunya harus didukung intelektualitas tinggi untuk lebih mudah mendapatkan hal tersebut. Begitu pula untuk menjatuhkan orang dibutuh kan cara-cara yang indah tapi tidak kelihatan. “Istilah permainan cantik. Seperti main catur, bagai mana mengatur strategi biar bisa dengan mudah mengakhiri permainan itu sendiri.

“Kalau di lagu ini, saya pakai istilah bermain cantik dalam hubungan asmara. Seperti banyak kejadia, bagaimana seseorang masih tetap menjalin hubungan terlarang, walaupun sudah disadari bahwa hubungan itu salah. Sementara di sisi lain pasangan ini memliki alasan cinta yang kuat untuk bertahan,” jelasnya.

Ditambahkan, selama ini kita lebih sering hanya melihat sisi buruk seseorang tanpa tahu atau memahami latar belakang mengapa itu terjadi. Jika dibahas, tentu saja akan menjadi satu cerita yang berbeda. Seperti mengapa ada orang selingkuh, bagaimana menyelesaikan masalah seperti ini tanpa menyakiti pasangan, tanpa mengorbankan buah hati juga. Tentunya dengan janji, sumpah.

“Masih banyak hal yang bisa kita kupas dari Bermain Cantik, hingga akhirnya menjadi satu komitmen, cinta tak harus memiliki, meski kejujuran hati dalam cerita ini terucap lewat pernyataan sama-sama takut kehilangan. Yang jelas saya sendiri tidak mendukung, hanya saya prihatin dengan perkembangn media sosial yang tak terbatas, di mana seseorang dengan bebas mengungkapkan perasaan hati yang tak layak untuk dikonsumsi public,” papar Dek Arya.

Penyanyi kelahiran Bangli, 9 Agustus 1980 ini mulai berkecimpung di rekaman lagu pop Bali dengan merilis album “Dueg Ngengkebang” (2006). Potensinya menarik perhatian Januadi Record yang kemudian menangani album kedua “Cowok Matre”(2007). Setelah dua album duet tersebut, Dek Arya kemudian lebih banyak berkarya sendiri, dan aktif mengeluarkan karya baru seperti “Duda Kesepian”, “Sekretaris Pribadi”, “Nyembah-nyembah”, “Duda Ketemu Janda”, “Sing Juari”, “Ngelut Mawa Madui”, dan “Uwek Gigis”. (231)

About the author