Beragam Karakter di Album “Satu” Dejapu

de1SELAIN bertanggung jawab pada diri sendiri, seorang musisi selayaknya juga mampu memberi pembuktian akan kreativitas mereka, sekaligus komitmen untuk “wajib” mempunyai album karya sendiri. Setidaknya agar karya yang dihasilkan bisa dinikmati pecinta musik Bali dan masyarakat luas. Inilah yang dirasakan Dejapu, grup band yang turut meramaikan kancah musik pop Bali. Semangat itu pula yang akhirnya mengantarkan mereka mampu menghasilkan satu album berjudul “Satu” yang dirilis beberapa wakyu lalu.

Ada Sembilan lagu yang ditawarkan di album “Satu”, delapan lagu berbahasa Bali seperti “Cek In Di Dalung”, “Malam Minggu”, “Omang Dogen”, “Sebet Liang”, “Rindu”, “Tresna Kapegatin”, “Tresna Sujati”, “Korban Gadget”, serta satu lagu berbahasa Indonesia, “Datanglah ke Bali”. Sebagian besar lagu sudah mereka rilis dalam bentuk single dalam kurun 2015-2016.

Selain itu, Dejapu merangkul sejumlah musisi lain untuk meramaikan aransemen musik mereka, di antaranya Ogix dan Hari PW “Bintang”, Aput, Ryo “Draft”, Edy Bufalo, Moca HWP, dan Dimas “Instant Karma”. “Kami mencoba menyatukan berbagai karakter di album ini,” ujar Putu,

Dejapu adalah grup band yang mulai berkiprah sejak 2014, dengan formasi saat ini Putu Budi (vokal), Aditya (keyboard), Lojer sebagai (bass), Julian Richard (gitar), dan DFat sebagai (drum). Kesehariannya, di luar urusan musik, para personelnya sibuk bergelut dengan kamera dan photoshop. Ya, karena mereka semua tergabung dalam satu komunitas fotografer.

Kini setelah berhasil meluncurkan album pertama, mereka pun tambah semangat untuk menghasilkan karua berikutnya. Target Dejapu adalah segera mempersiapkan album kedua yang direncanakan bisa beredar awal tahun depan. Sembari itu, saat ini mereka tengah mempersiapkan single “Di Ujung Mimpi” yang masih dalam proses pembuatan video klip di Hongkong, dengan dukungan komunitas forografi di sana. (231)

de2