Lagu tentang Diri Sendiri dan Kendang Kempul

Sidan
AA Raka Sidan

BIASANYA, AA Raka Sidan atau sering juga disapa Gung Sidan, menciptakan lagu berdasarkan pengamatan akan fenomena sosial kemasyarakatan di sekitarnya. Banyak hits yang diciptakannya berawal dari kondisi sehari-hari masyarakat seperti masalah pekerja, judi, dan sebagainya. Lalu apa yang terjadi ketika penembang “Song Brerong” ini kehabisan bahan, tak menemukan objek yang cocok untuk diangkat sebagai tema lagu? Satu-satunya cara, bikin lagu tentang diri sendiri.

Begitulah, Raka Sidan baru saja merilis satu lagu baru berjudul “Beli Musisi”. Lagu ini satu-satunya lagu baru di album berjudul sama, sisanya adalah lagu lama yang diaransemen ulang dengan balutan nuansa kendang kempul.

“Lagu Beli Musisi muncul karena saya kehabisan bahan, ya terpaksa, jadilah diri sendiri yang dinyayikan. Tapi ini juga memberi suasana baru, biar tidak selalu mencari objek lain, ya sekali-sekali objeknya kita sendiri, musisi itu sendiri. Cuma saya bubuhi tema cinta saja biar komersil,” jelasnya kepada mybalimusic.com, Rabu (2/8).

Untuk memasarkan “Beli Musisi”, dalam beberapa hari terakhir, Raka Sidan turun tangan sendiri dibantu korlap Brerong di daerah-daerah . Setidaknya 2.000 keping sudah didistribusikan. “Astungkara responnya bagus. Saya cetak baru 3.000 keping, optimis dalam satu bulan ini bisa didistribusikan semua. Targetnya semoga tercapai 5.000 keping dalam dua bulan,” harapnya.

Dari 14 lagu yang ada di album ini, selain satu lagu baru da nada satu lagu yang dinyanyikan Ocha Putri, selebihnya adalah lagu-lagu lama Raka Sidan yang dinyanyikamn secara medley dan diaransemen dengan musik kendang kempul. Di antaranya “Suud Memotoh -Kuluk Ngamah Kacang”, “Hidup Melarat – Pan Lara”, “Telung Senti – Plaibang Timpal”, “Sing Maan Susuk – Pak Bos”, dan “Kenceng – Pak Bos”.

Soal pilihan nuansa musik kendang kempul, dikatakan semata-mata karena musiknya enak didengar dan merakyat. Jadi bukan karenaada rencana ingin memperluas jangkauan pasar lagu Bali ke luar daerah. “Hanya untuk biar kedengaran merakyat saja. Musik yang dulu kan sudah bagus juga, hanya yang dulu kan musiknya slow, sekarang lebih nge-beat,” kilahnya.

Pria kelahiran 27 Juni 1979 ini awalnya dikenal sebagai pencipta lagu, terutama setelah karyanya “Somahe Bebotoh” yang dibawakan Dek Ulik booming. Hingga kemudian ia pun digaet Aneka Record untuk membawakan sendiri ciptaannya. Muncullah album “Suud Memotoh” (2005), “Pada-pada Ngalih Makan” (2007), “Pak Boss (2009), “Song Brerong” (2012) dan “Kenceng” (2015). Meskipun ia mengaku lagu-lagu ciptaannya muncul secara spontan, namun peria bernama asli AA Gede Raka Partana ini tak pernah lupa menyelipkan pesan-pesan moral. Pesan moral, filsafat kehidupan yang kemudian diterjemahkan ke dalam lirik-lirik lagu yang sederhana. Selain menyanyikan sendiri ciptaannya, hingga saat ini Gung Sidan juga masih cukup banyak “diburu” penyanyi lain untuk dibuatkan lagu. (231)

About the author