Sandy Winarta Berbagi Pengalaman di “Chronicles”

Sandy

Sandy Winarta

BAGI Sandy Winarta, main bersama banyak musisi ternama di dalam dan luar negeri, itu sudah biasa. Pun, mendukung atau terlibat dalam project rekaman sejumlah musisi, tentunya bukan hal baru lagi. Namun baru kali ini, ketika merilis album baru “Chronicles”, drummer kelahiran Denpasar ini merasakan satu hal yang benar-benar berbeda.

“Kalau sebelumnya saya main dengan memadukan konsep bersama, kali ini 100% konsepnya saya sendiri, jadi saya ada kebebasan menuangkan ide-ide saya,” ujar Sandy kepada mybalimusic.com

Album “Chronicles” sendiri sudah mulai dirilis secara online melalui situs beli lagu seperti iTunes. Di album ini, Sandy dibantu Kevin Suwandi (keyboard) dan IB Indra Gupta (bass). Keseluruhan lagu di album ini dibuat oleh Sandy berdasarkan pengalaman, ide-ide yang muncul dari pengalamannya kuliah di the Australian Institute of Music,Sydney, Australia dan the New School for Jazz and Contemporary Music di Manhattan, New York.

Mengingat kesibukannya tampil di berbagai pentas musik, Sandy harus bersabar menyelesaikan rekaman, meskipun materinya sudah ada sejak dua tahun lalu. Untungnya, musisi kelahiran 36 tahun silam ini memang sering bertemu dengan Kevin dan Indra, sehingga mereka cukup ada kesempatan latihan. Tentunya ini memudahkan dan mempercepat proses rekaman yang dilakukan di Antida Music, Denpasar.

Lalu apa harapan Sandy dari album barunya ini? “Ya … istilahnya saya ingin berbagi pengalaman, jadi ada opsi-opsi baru yang bisa ditawarkan kepada penikmat musik. Di samping untuk eksistensi sebagai seorang musisi, itu sudah pasti,” tandasnya.

Sandy memulai ketertarikannya bermusik dengan bermain piano klasik saat berusia 6 tahun. Barulah menginjak 17 tahun, ia menemukan bakat sesungguhnya di alat musik drum. Bahkan karenanya pula, ia memutuskan pendidikan musik di the Australian Institute of Music,Sydney, Australia pada tahun 2000. Kembali ke Tanah Air, Sandy memulai kiprahnya sebagai musikus sesi dan rekaman, serta tampil bersama dengan berbagai musisi nasional dan internasional dari berbagai aliran musik. Sejak itu pula ia kerap tampil di berbagai panggung musik, bergabung dengan beberapa musisi berbeda. Sebut misalnya Sandy Winarta Quartet/Trio bersama Doni Sundjoyo (bass), Johanes Radianto (gitar), dan Ade Irawan (piano), dan penyanyi tamu Sierra Soetedjo.

Pertengahan 2010, Sandy juga terlibat dalam LLW bersama Indra Lesmana (keyboard), dan Barry Likumahuwa (bass). LLW sempar mengeluarkan album “Love Life Wisdom” (April 2011) dan masuk peringkat 18 di Most Downloaded Album Charts diiTunes. LLW sempat tampil ke berbagai festival jazz dan juga tampil di sebuah klub jazz ternama dunia Selain itu Sandy juga membentuk Karma Jazz Trio pada 2012 bersama Erik Sondhy (rhodes), dan Indra Gupta (bass), dan menghasilkan album “Karma” yang memuat tiga nomor free improvisation yang berisikan elemen jazz serta nuansa gamelan Bali pada scale yang digunakan serta pada beat rhythm. Sandy juga sempat main bersama grup Sarimanouk, dan W/ H/ A/ T Quartet yang terdiri dari terdiri dari Riza Arshad, Sri Hanuraga, Indrawan Tjhin, dan Sandy Winarta. Sandy juga termasuk “langganan” tampil di sejumlah pertunjukan jazz di Bali, seperti Ubud Village Jazz Festival, yang akan berlangsung 11-12 Agustus mendatang. (231)