Aya & Laras Serukan Perdamaian dalam Keberagaman

Aya1

Aya & Laras BTMDG

SIAPA bilang ABG atau remaja belia tidak punya kepekaan terhadap masalah sosial masyarakat? Siapa pula yang meragukan kalau masih banyak remaja masa kini yang merindukan dan sangat menjunjung tinggi kebersamaan dalam perdamaian? Tengoklah apa yang dilakukan kakak beradik, Aya & Laras. Dua remaja putri yang masih duduk di bangku SMA ini menciptakan lagu yang sangat “kekinian” sekaligus memainkannya.

Ya, mereka baru saja merilis single sekaligus video klip “Thousands Of Candles For Peace”. Lagu berbahasa Inggris ini mencoba berbicara tentang kebersamaan dalam keragaman, satu isu yang begitu kuat muncul di Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir ini. “Kegelisahan” Aya & Laras akan situasi dan ragam peristiwa di negeri tercinta yang mereka saksikan melalui televisi ini sebetulnya sudah mereka tuangkan dalam karya akhir tahun silam. Namun baru sebulan terakhir mereka intens menggarap lagu tersebut dan merekamnya, sekaligus membuat video klip untuk dipublikasikan melalui media berbagi youtube.

Menariknya, lagu tersebut konon muncul secara spontan, seperti biasa ketika Aya sedang memainkan piano atau biola, Laras, sang adik langsung meningkahi dengan kalimat-kalimat. Sempat ada kekhawatiran akan lirik lagu yang dianggap terlalu bebas mengungkapkan pendapat akan situasi sosial kemasyarakatan, akhirnya dilakukan sejumlah penyesuaian. Sehingga “Thousands Of Candles For Peace” menjadi lebih bisa diterima umum tanpa ada pretensi apa-apa selain seruan, ungkapan isi hati Aya & Laras akan betapa indahnya kalau kita bisa hidup damai dan berdampingan. Seperti satu bagian liriknya yang bermakna, “entah kulitmu hitam atau putih, kita semua akan meregang nyawa, bukankah kita semua sama-sama manusia?”

Sebelumnya, Aya & Laras sudah merekam sejumlah lagu, di antaranya “Hometown”, “Happy Place”, dan “1314”.  Setelah beberapa karya yang dipublikasikan secara online ini, mereka juga tengah memikirkan untuk membuat satu album rekaman. Menariknya, tak satu pun dari single yang sudah mereka rilis akan masuk di album nanti. “Yang jelas tema lagunya lebih beragam, tidak semuanya tentang kritik sosial, ada juga lagu tentang perasaan anak remaja seperti kami,” jelas Aya.

Bakat Aya dan Laras menurun dari sang kakek, salah satu tokoh musik Bali IGBN Arjana (alm.) dan sang ibu, Heny Janawati yang banyak dikenal sebagai penyanyi seriosa. Pengaruh musik kuat bagi Aya dan Laras sedari mereka masih balita, saat diajak merantau oleh orangtuanya ke Vancouver, Kanada, selama 11 tahun. Hingga saat ini lebih dari 10 lagu ciptaan sudah mereka miliki, namun belum seluruhnya sempat dirampungkan dalam bentuk rekaman. Namun demikian baru tiga lagu saja sudah rampung rekamannya dan sudah pula dipublikasikan melalui Youtube.

Untuk saat ini, dengan kemampuan masing-masing, Aya — main biola, piano, gitar, menyanyi dan nge-rap – dan Laras — menyanyi, nge-rap, puisi – memang belum bisa lepas satu sama lain dalam berkarya. Karenanya untuk saat ini mereka menikmati berduet dahulu karena bisa saling mengisi kelebihan dan kekurangan. (231)

Aya2