Yasa Sega: Turun Gunung Lepas Buaya

Yasa Sega2

Yasa Sega bersama musisi pengiring

LAMA tidak menjamah dunia rekaman dan lebih banyak disibukkan dengan aktivitas suting video, penyanyi pop Bali, Yasa Sega, tiba-tiba muncul lagi. Tanpa banyak basa-basi, dalam waktu singkat ia merampungkan satu single baru sekaligus video klip yang judulnya unik, “Buaya Vegetarian”. Lagu ini sudah pula diluncurkan secara resmi akhir pekan lalu di kafe Stel Peleng, Denpasar.  Apa yang mendorong penyanyi asal Karangasem ini akhirnya kembali “turun gunung”?

“Begini, kenapa baru memutuskan kembali turun gunung, tak lebih karena belakangan saya lihat teman-teman seangkatan saya bahkan senior-senior seperti Yong Sagita, Bayu KW, D. Antoni sudah mulai kembali berproduksi. Karena mereka, saya pun jadi semangat untuk ikut kembali meramaikan dunia musik Bali,” jelas Yasa Sega kepada mybalimusic.com.

Lebih dari itu, Yasa Sega mengatakan kebetulan ia mendapat lagu yang pas dengan keinginannya. Awalnya ia tidak percaya diri untuk kembali rekaman, karena melihat potensi pendatang baru dalam berolah vokal sudah bagus-bagus. Jadi ia pun sempat minder. Namun rasa optimisnya muncul kembali setelah mendapat lagu diberikan oleh Ary Kencana.

“Sebetulnya proses ketemu buaya-nya di Sulawesi pada saat hari raya Galungan lalu, kebetulan saya sempat diundang mengisi acara di Tolai,  Sulawesi Tengah. Awalnya lagu ini diambil oleh Yan Tawan, penyanyi pop Bali yang tinggal di Sulawesi. Ketika saya minta, ternyata diberikan, alasannya dia punya harapan sejak dulu agar saya menyanyi lagi. Saya tertarik dengan lirik lagu ini karena unik,” jelas Yasa Sega.

Walaupun bersemangat, ia ini mengaku tak mau memasang target muluk-muluk dari kiprahnya kembali di dunia musik ini. Pemunculannya lebih karena didorong oleh rasa “capek” mendapat pertanyaan dari teman-teman, kapan lagu barunya akan keluar. Pertanyaan semacam ini banyak muncul terutama dari teman di sosial media. Bahkan begitu banyak pertanyaan senada terpaksa diabaikannya, karena bingung juga harus menjawab apa. “Nah, dengan dilepaskannya Buaya Vegetarian semoga bisa menjawab pertanyaan itu,” tambah Yasa Sega.

Setelah mendapat sambutan bagus, tak urung Yasa Sega pun mengaku masih ada keinginan untuk membuat album baru. Terlebih lagi melihat dukungan dari teman-teman yang sangat luar biasa. Tak urung saat peluncuran “Buaya Vegetarian”,  Yasa sempat menitikkan air mata melihat antusias teman-temannya yang datang walaupun tidak diundang secara resmi per orang.

Yasa Sega mengawali ketertarikan terhadap lagu pop Bali sejak masih remaja dengan menjadi penggemar. Hingga di tahun 2004 ia berkesempatan merilis album pertama “Bekelang Sirep”, disusul “Udeng Songket Kenjir”, “Cicing Kesanga”, dan “Maboreh Kayu”. (231)