Usung Semangat Kebersamaan, Bali Blues Festival 2017 Siap Digelar

BBF4

Perwakilan artis pengisi acara Bali Blues Festival 2017 bersama penyelenggara, foto bersama usai temu wartawan di area Bali Collection, Nusa Dua, Kamis (25/5)

BALI Blues Festival (BBF) 2017 sudah siap digelar di Peninsula Island, Nusa Dua. Selama dua hari, 26 dan 27 Mei ini, penggemar musik akan disuguhi tontonan berkelas dari musisi-musisi jempolan baik dari dalam negeri maupun tiga grup musik tamu dari Belanda, Singapura, dan Malaysia. Selayaknya festival, sebuah ”pesta”, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik sembari bersantai atau mengunjungi berbagai stand yang meramaikan tempat acara.

“Festival ini digelar dengan spirit kebersamaan, baik kebersamaan seluruh musisi pengisi acara, juga kebersamaan panitia dan seluruh tim kerja, hingga semangat kebersamaan pendukung acara, termasuk pihak media yang turut membantu mempublikasikan acara ini,” ujar Agung Bagus Mantra dari Pregina Art, founder Bali  Blues Festival, kepada wartawan di Nusa Dua, Kamis (25/5).

BBF yang tahun ini memasuki gelaran ketiga, diproyeksikan sebagai salah satu agenda unggulan Indonesia Tourism Development Centre (ITDC) Nusa Dua. Untuk mendukung itu, selain menambah waktu penyelenggaraan acara menjadi dua hari berturut-turut, pihak penyelenggara juga berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah penyelenggara acara serupa di luar negeri, salah satunya Byron Bay Blues fest di Australia. Menurut Gus Mantra, dengan cara ini, selain membuka peluang mereka yang dari luar negeri tampil di Bali, bukan tak mungkin pula kelak pengisi acara BBF tampil di festival di luar negeri.

Diakui, menyelenggarakan festival musik secara berkesinambungan bukan hal mudah. Terlebih lagi acara yang memakai tanda masuk dengan harga lumayan tinggi untuk ukuran orang lokal. “Tantangannya memang di sana, berbeda tentunya dengan festival-festival lain yang banyak digelar secara cuma-cuma  atau gratis dengan tujuan komunitas. Kalau BBF ada unsur edukasi yang ingin dicapai,” jelas Gus Mantra sembari menyebutkan, kali ini penyelenggara mentargetkan jumlah penonton akan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan gelaran tahun lalu, apalagi mengingat kali ini penyelenggaraannya dua hari.

Didampingi artis pendukung seperti Trie Utami, Gilang Ramadhan, Dewa Budjana, Balawan, panitia dari pihak ITDC dan Bali Collection selaku pendukung acara, Bagus Mantra sempat menyinggung masalah deretan musisi pendukung acara. Karena tajuknya festival blues, jika kemudian melihat deretan pengisi acara, tentu ada pertanyaan seberapa jauh tingkat blues mereka. “Saya rasa siapapun yang ingin masuk industri musik, mereka harus memahami blues sebagai basic. Blues bukan musik yang segmented. Tiap genre musik ada sentuhan blues. Sisi edukasi seperti ini akan terlihat nanti dari penampilan masing-masing pengisi acara, dengan dasar blues mereka  bisa bermain di wilayah mana saja,” demikian Gus Mantra.

BBF sebagai satu-satunya ajang musik blues rutin tahunan di Bali,  untuk gelaran tahun ini menampilkan deretan pengisi acara seperti Krakatau Reunion, Gugun Blues Shelter feat Indra Lesmana, Six String (Dewa Budjana, Tohpati, Eros “SO7”, Baron eks GIGI, dan Baim “The Dance Company”), Balawan & Gilang Ramadhan, Dialog Dini Hari, The Damned Dirty (Belanda), Raw Earth (Singapura), The Bodhi, Sound Of Mine feat Rio Sidik, Brightsize Trio, Crazy Horse, Angga Bright Size Trio, Ronaldgang, Bali Guitar Club, Ika & The Soul Brothers, John And The Jail Story, Northcross Road, The Sunburst, Souled Out, dan Malaysia Blues Brothers. Pertunjukan akan dimulai pukul 17.00 wita hingga selesai tengah malam. (231)